Tag: Impelementor software accounting Mataram

KARAKTERISTIK KUALITATIF PADA LAPORAN KEUANGAN UNTUK KEPENTINGAN SPT TAHUNAN BADAN

Sebagai WP (Wajib Pajak) yang harus membuat pembukuan, terlebih lagi bagi WP Badan, laporan keuangan merupakan poin terakhir dari serangkaian proses untuk pembukuan dalam satu periode akuntansi. Sampai pada tanggal tertentu pada satu periode akuntansi normal berakhir, Wajib Pajak harus menyediakan laporan yang terkait dengan posisi keuangan dari bisnisnya, performa perusahaan, dan perubahan posisi keuangan yang akan digunakan oleh para pengguna laporan keuangan.

Laporan keuangan untuk tujuan perpajakan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang mana SPT Tahunan PPh WP Badan harus melampirkan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca serta berbagai informasi lainnya yang nantinya akan digunakan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajaknya. Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa SPT Tahunan yang dinilai tidak akan lengkap jika tidak disertai dengan laporan keuangan.

Penggunaan laporan keuangan memang tidak bisa dipisahkan dari SPT Tahunan PPh. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan SPT Tahunan, laporan keuangan merupakan dokumen sumber utama dari mana nilai dalam SPT Tahunan tersebut berasal yang nantinya akan lebih mengarah kepada laba rugi perusahaan terhadap perhitungan pajak terutangnya.

Karena itu setiap Wajib Pajak harus lebih memperhatikan karakter kualitatif dari laporan keuangan yang nantinya akan digunakan, sehingga dapat sangat bermanfaat bagi penggunanya. Menurut SAK (Standar Akuntansi Keuangan) terdapat empat macam karakter kualitatif pada laporan keuangan, yaitu:

1. Harus Mudah Dipahami.

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan hendaknya tidak terlalu rumit dan harus cukup mudah untuk bisa dipahami oleh para penggunanya. Dalam hubungannya dengan pajak adalah laporan keuangan harus bisa menunjukkan daya dukung terhadap SPT Tahunan PPh. Artinya adalah harus bisa menunjukkan poin-poin dan tujuan yang lebih jelas agar lebih cepat dimengerti oleh para penggunanya. Hal ini juga akan semakin menghindarkan dari terjadinya kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi antara fiskus dengan Wajib Pajaknya.

2. Laporan Harus Relevan.

Laporan keuangan hendaknya juga harus relevan dalam upaya untuk memenuhi segala kebutuhan penggunaan dan pengambilan keputusan. Sebuah laporan keuangan akan dinilai tingkat kualitasnya bisa dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan menjadikannya sebagai dasar dan sumber utama untuk mengevaluasi pada setiap periode tertentu dan untuk mengoreksi dari hasil evaluasi tersebut.

3. Tingkat Kevalidan yang Handal.

Laporan keuangan bisa dinilai handal tingkat kevalidannya apabila tidak terdapat pengertian yang menyesatkan para penggunanya, kesalahan material, serta menyajikan laporan yang benar-benar jujur apa adanya atau wajar, sehingga dapat benar-benar diandalkan oleh pemakainya. Karakteristik dari handal ini meliputi dari penyajian yang jujur, netralitas, dan pertimbangan yang lebih sehat. Karakteristik seperti ini menghendaki adanya laporan keuangan yang diberikan dengan wajar, lebih menekankan dari isi daripada bentuk, tidak diperkenankan menyajikan informasi yang hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja, sementara terdapat pihak lain yang masih merasa dirugikan olehnya, mengutamakan unsur kehati-hatian dan pertimbangan secara rasional, serta lebih mengutamakan kelengkapan dalam hal penyediaan informasinya.

4. Dapat Diperbandingkan.

Laporan financial (keuangan) perusahaan hendaknya juga harus bisa diperbandingkan antar periode untuk mengetahui tren dari posisi dan kinerja keuangan. Selain itu dengan cara membandingkan laporan keuangan antar perusahaan dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan. Karena itu pengukuran dan penyajian dari laporan keuangan transaksi atau lainnya juga harus dilakukan secara kontinyu (berkelanjutan) dan konsisten. Implikasi terpenting dari perbandingan seperti ini adalah pemakai harus mendapatkan informasi yang terkait dengan berbagai kebijakan akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan, adanya perubahan kebijakan, serta adanya pengaruh dari berbagai perubahan tersebut.

Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian tentang karakteristik kualitatif dari laporan keuangan untuk tujuan pelaporan SPT Badan, terimakasih dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MENURUT ANDA MANAKAH YANG LEBIH PENTING, SOFTWARE AKUNTANSI ATAUKAH SOFTWARE KHUSUS INVENTORY?

Sebagai seorang pengusaha, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengetahui bagaimana posisi keuangan yang sebenarnya dalam upaya untuk menyusun perencanaan kegiatan perusahaan dan sebagai dasar utama dalam pembuatan keputusan dengan cara analisis laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan melalui siklus akuntansi dari pengumpulan bukti-bukti transaksi dan pencatatan sampai terbentuk laporan keuangan. Akan menjadi semakin rumit apabila kita tidak mengetahui bagaimana siklus akuntansi.

Untuk saat ini sudah banyak sekali tersedia software yang semakin mempermudah kita dalam hal proses penyusunan laporan keuangan. Terutamanya bagi jenis perusahaan perdagangan, hal terpenting dari jenis perusahaan perdagangan ini adalah dari sistem manajemen persediaan/stok yang nantinya akan tersajikan ke dalam laporan stok dan akan muncul termasuk ke dalam aktiva sebagai akun persediaan dalam laporan keuangan sehingga hal ini akan dapat semakin mempermudah pengusaha dalam mengambil keputusan bisnis.

Dalam dunia bisnis perdangangan kebutuhan akan laporan keuangan dan laporan persediaan tentunya merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Karena kedua laporan itu merupakan jantung utama bagi berjalannya roda operasional dan kelangsungan hidup bagi perusahaan dagang. Mengapa demikian? Karena persediaan merupakan harta utama milik perusahaan dan sebagian besar kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dagang adalah berwujud barang-barang penjualan. Tentunya apabila control perusahaan terhadap persediaannya sangat lemah, maka juga akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Namun Anda yang harus lebih fokus kepada persediaan juga tidak boleh sampai melupakan laporan keuangan, karena laporan ini juga tidak kalah pentingnya dengan laporan persediaan. Laporan keuangan yang penyajianya sangat buruk, tidak tersusun dan tercatat dengan baik sampai-sampai harus diragukan tingkat keakuratannya tentunya juga akan berdampak sangat buruk bagi kondisi keuangan perusahaan. Dan efek terburuk untuk jangka panjangnya adalah terjadinya kesalahan dalam hal pengambilan keputusan strategis yang akan mengakibatkan terjadinya kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Dan biasanya penyebab utama mengapa banyak sekali diantara perusahan-perusahaan besar yang harus menutup bisnisnya (bangkrut) adalah  karena kesalahan dalam hal pengambilan keputusan bisnis.

Bagi pebisnis yang belum terlalu memahami akuntansi, maka penggunaan software akuntansi akan menjadi jalan keluar terbaik dalam hal permasalahan penyusunan laporan keuangan bisnis. Sebenarnya terdapat dua macam jenis software yang sangat urgent sebagai kebutuhan wajib bagi perusahaan dagang untuk kebutuhan penyediaan laporan keuangan dan juga laporan persediaan/stok, yaitu: software akuntansi dan software inventory.

1. Software Akuntansi.

Merupakan salah satu jenis dari perangkat lunak (software) yang dirancang agar semakin memudahkan dalam aktivitas pencatatan akuntansi dengan memanfaatkan konsep modularitas atas berbagai aktivitas yang serupa ke dalam modul-modul yang lebih spesifik seperti pembelian, penjualan, pembiayaan, dan lain sebagainya.

2. Software Khusus Inventory.

Merupakan salah satu dari jenis software yang secara khusus untuk mengontrol aktivitas keluar masuknya barang dari jual beli yang sudah dilengkapi dengan laporan stock. Contoh dari software inventory ini adalah berupa software point of sale (POS) atau software yang biasanya banyak kita temukan pada kasir-kasir di toko-toko perbelanjaan modern, seperti mini/supermarket, swalayan dan toko-toko sejenis lainnya. Untuk saat ini banyak diantara perusahaan-perusahaan dagang yang menggunakan berbagai macam jenis software inventory dan software akuntansi terbaik menurut mereka dalam upaya untuk mendukung berbagai kegiatan operasionalnya sehingga akan dapat menghasilkan laporan yang seakurat mungkin agar dapat menghasilkan keputusan bisnis yang lebih tepat agar bisa menyesuaikan dengan bagaimana kondisi dan situasi perusahaan saat ini.

Apabila kita sebagai pengusaha diminta untuk memilih mana yang seharusnya diutamakan terlebih dahulu? Apakah software akuntansi ataukah software inventory? Manakah diantara keduanya yang harus kita prioritaskan? Pertanyaan yang cukup sulit untuk bisa kita jawab, karena keduanya sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bisnis. Maka berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

• Software Akuntansi Bagi Perusahaan Dagang.

Software akuntansi dibuat agar semakin memudakan dalam proses penyusunan laporan keuangan seperti: Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan jalan menggunakan software akuntansi maka akan semakin memudahkan Anda dalam mendapatkan laporan keuangan yang banyak dibutuhkan dengan lebih cepat. Jika proses peyusunan tersebut dilakukan dengan cara manual, maka akan menjadi sangat lama namun jika sudah menggunakan software akuntansi, maka semuanya akan terjurnal secara otomatis dan pada saat itu juga laporan sudah terbentuk dan sudah siap untuk dicetak dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

Software akuntansi yang ada saat ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada jenis perusahaan dagang karena perusahaan dagang memiliki dasar utama dari siklus akuntansi yang sudah banyak tersedia pada fasilitas-fasilitas software akuntansi. Sehingga bagi Anda yang sedang mencari informasi untuk menggunakan software apa yang paling cocok bagi perusahaan dagang, maka sebaiknya memilih untuk menggunakan software akuntansi. Terutama untuk software akuntansi yang sudah berbasis cloud (web based) dapat dengan mudah Anda temukan, dari yang berbayar bahkan sampai ada yang menyediakan versi trial (gratis) sampai beberapa hari untuk percobaan. Terdapat banyak software akuntansi yang tersedia dipasaran online, namun alangkah lebih baiknya apabila Anda memilih untuk menggunakan software akuntansi yang sesuai dan cocok dengan bagaimana siklus transaksi dan bentuk dari jenis bisnis perdagangan Anda. Dan sebaiknya lagi pilihlah software akuntansi keuangan yang sudah dilengkapi dengan bahasa Indonesia yang berkualitas, dan cukup mudah untuk digunakan serta diaplikasikan pada bisnis perdagangan Anda.

• Software Inventory untuk Perusahaan Dagang (Ritel Modern).

Bagi perusahaan dagang, yang lebih mengutamakan terhadap pengelolaan persediaan, maka software inventory juga menjadi sangat wajib untuk digunakan dalam upaya untuk mengelola stocknya yang merupakan asset utama milik perusahaan.  Kita akan bisa mendapatkan laporan-laporan yang lebih detail dari setiap barang persediaan, baik itu dari segi keakuratan jumlah barang, kemana barang tersebut didistribusikan, barang yang paling laris dan tidak, dan barang yang paling menghasilkan profit tinggi, di gudang mana saja kita harus menyimpan stock barang tersebut, dan berbagai laporan-laporan penting lainnya.

Dengan adanya penggunaan software inventory, maka tentunya management stock akan terkontrol dengan sangat baik, namun apabila sebaik apapun software yang nantinya akan kita gunakan, apabila SDM yang menjalankan dari sistem tersebut masih tidak bertanggungjawab, maka tentunya hal ini akan menjadi sia-sia saja. Jadi selain software inventory yang bagus juga harus didukung dengan SDM yang juga berkualitas, jujur dan bertanggungjawab. Sehingga laporan yang telah dihasilkan akan menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi riil perusahaan, dan dapat juga digunakan oleh pihak management perusahaan dalam hal pengambilan keputusan penting untuk kelansungan hidup perusahaan dimasa mendatang.

Nah, sedikit penjelasan di atas, maka kesimpulannya adalah: antara software akuntansi dan software inventory sama-sama memiliki peranan terpenting bagi perusahaan dagang dalam menjalankan bisnisnya, terutamanya dalam hal pengambilan keputusan-keputusan penting bagi bisnis yang harus segera dilakukan dengan cepat dan akurat dari data-data (laporan) yang ada.

Namun untuk peranan, software akuntansi jauh lebih penting dari software inventory, karena pada software akuntansi selain menghasilkan laporan yang lebih lengkap, software akuntansi  juga sudah mencakup tentang laporan persediaan beserta analisis produknya.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS SEDERHANA UNTUK PENCATATAN (PEMBUKUAN) JENIS USAHA JASA SALON

Semakin meningkatnya kesadaran setiap orang, apalagi profesi yang lebih cenderung menuntut seseorang untuk selalu berpenampilan menarik dan sedap dipandang seperti: para marketer, SPG dari sebuah produk dan profesi-profesi lainnya yang lebih menuntut untuk selalu berpenampilan menarik. Karena alasan itulah yang menjadi pendorong utama mengapa mereka harus semakin rajin untuk melakukan perawatan diri, baik dilakukan sendiri di rumah maupun yang mengharuskan mereka untuk pergi ke salon.

Kebiasaan seperti itulah yang terkadang semakin lama semakin mendorong seseorang untuk lebih jeli dan kreatif dalam mengawali jenis usaha dalam bidang jasa salon kecantikan dan salon kesehatan ini, diawali dengan mengandalkan bekal pengalaman sebagai salah satu pelanggan atau sebelumnya pernah mengikuti kursus kecantikan dan perawatan.

Semakin padatnya dunia persaingan bisnis yan sudah semakin bertambah ketat. Para pelaku usaha jasa seperti ini sudah mulai bergerak dengan tidak hanya lebih fokus untuk mengandalkan kepada menentukan strategi pemasaran yang jitu untuk usaha dalam menjaring konsumen saja, namun juga sudah mulai untuk memperhatikan sitem manajemen keuangannya juga.

Biasanya bagi kebanyakan jenis usaha salon yang masih terbilang baru, pemilik usaha hanya lebih memfokuskan kepada kelancaran dari proses pemasarannya saja, sedangkan untuk urusan pembukuannya lebih banyak diserahkan kepada staff accounting/keuangannya saja.

Dan pembukuan yang dilakukan juga hanya masih sebatas pada penjualan dan pembelian saja. Pembukuan secara manual, meskipun sudah dibuat dengan sangat rapi masih belum cukup untuk mengetahui tentang seberapa besar nilai dari keuntungan untuk stiap bulannya, atau berapa banyak dari jumlah stok yang sudah terpakai selama periode satu bulan tersebut.

Jenis usaha jasa salon pada system pencatatan keuangannya memang kurang lebih berbeda dengan jenis usaha penjualan produk barang. Demikian pula apabila Anda ingin menggunakan software akuntansi pada jenis usaha salon Anda, maka diperlukan adanya suatu trik khusus dalam meng-input data-datanya.

Misalnya saja untuk jenis transaksi potong rambut, yang dapat diinput adalah ke dalam menu kas bank (kas masuk/pemasukan). Sedangkan untuk jenis-jenis transaksi yang lebih banyak menggunakan produk seperti pewarnaan rambut, maka jasa pewarnaannya juga akan diinput ke dalam menu kas bank (kas masuk) sedangkan untuk penggunaan produknya akan diinput dalam menu penjualan. Meskipun pada kenyataannya produk pewarna yang telah digunakan masih terdapat sisa, namun sudah diakui sebagai penjualan (sisa pewarna tidak bisa/tidak boleh digunakan oleh customer lain).

Seringkali para pengusaha salon lebih banyak membeli produk perawatan dalam ukuran yang lebih besa, karena harga yang diberikan jauh lebih murah (harga diskon). Tentu saja produk tersebut akan dapat digunakan untuk berulang kali pada banyak konsumen (misalnya saja shampoo atau conditioner). Proses tersebut tidak bisa hanya dibiayakan saja jika pembukuannya dilakukan secara manual. Pembukuan untuk jenis usaha jasa salon secara manual hanya akan mencatat pembelian shampoo/conditioner dan kemudian juga hanya bisa melakukan perkiraan untuk satu botol shampoo saja yang dapat digunakan untuk berapa kali pemakaian. Namun akan menjadi berbeda halnya apabila Anda sudah menggunakan sistem yang sudah serba terkomputerisasi, yang mana untuk penggunaan shampoonya akan dicatat sebagai sebuah process costing, yaitu: dengan cara membiayakan barang yang sudah dikeluarkan dari gudang. Dengan demikian akan didapatkan data dari aliran persediaan barang yang lebih tepat.

Karena itu juga sangat disarankan untuk jenis usaha jasa seperti ini untuk menerapkan sistem yang sudah mulai terkomputerisasi. Dengan cara melakukan sistem akuntansi yang sudah serba terkomputerisasi, maka pemilik usaha jasa ini akan dapat memantau bagaimana aliran kas, mengetahui laba dan berbagai biaya-biaya yang selama ini telah dikeluarkan dalam satu periode dengan lebih cepat dan hasil yang akurat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Apakah Anda tahu tentang apa yang dimaksud dengan kantor jasa akutansi (KJA)? KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap publik (professional accountans in public practice), dan memiliki tanggungjawab yang jauh lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan Kantor Jasa Akuntansi (KJA) sudah mulai semakin diperhitungkan. Hal ini sangat wajar, karena arti pentingnya sebuah peraturan untuk persaingan bisnis global yang disadari atau tidak sudah menjadikan perusahaan ada pada titik nadi dari tingkat kedewasaan dan penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan pada semua jasa Akuntansi, seperti: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati atas informasi keuangan serta jasa sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi lebih baik jika dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak akan terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar juga akan lebih besar tingkat rutinitasnya apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari KJA kecil, begitu pula untuk dokumentasi akan menjadi lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya.  Seperti perbedaan kinerja dari staff dan juga seputar pemahaman persyaratan profesional, bisa sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu KJA. Sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian dari pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus mempertimbangkan setiap unsur-unsur pengendalian mutu yang akan dibahas sejauh mana diterapkan untuk prakteknya. Unsur-unsur pengendalian mutu selalu berhubungan antara satu sama lain. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga prosedur terhadap pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang akan memberikan keyakinan bahwa setiap organisasi profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan personel, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki keahlian secara teknis untuk penugasan pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang memberikan keyakinan bahwa personel akan memperoleh informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang memadai.
4. Supervisi, yang memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan akan untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai tentang kondisi tertentu, tergantung dari beberapa faktor, seperti kerumitan masalah, kualifikasi staff dan lingkup konsultasi yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja personel, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya memiliki karakteristik yang pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara kompeten. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa personel juga memiliki pengetahuan yang cukup memadai. Sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
6. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien, yang memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan perikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas.

Cakupan & Keterterapan Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

• SPM mengatur tanggungjawab KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan ikatan selain asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA berhubungan dengan jasa yang diberikan, yang mana sifat dan luas SPM tergantung dari faktor seperti: ukuran dan karakteristik dari operasi KJA dan masuk tidaknya KJA dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

1. Untuk memberi keyakinan (reasonable assurance).
2. KJA dan personelnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Laporan yang disampaikan oleh KJA sesuai dengan keadaan.
4. Ketentuan SPM dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus mempertimbangkan untuk perlu tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur Sistem Pengendalian Mutu terdiri atas:

1. Tanggung jawab kepemimpinan.
2. Ketentuan etika.
3. Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan ikatan.
4. Sumber daya manusia.
5. Pelaksanaan perikatan.
6. Pemantauan.

Pengawasan melekat, yang telah memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan bisa dirancang dan dilaksanakan secara individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) dan jenis-jenis dari prosedur pengawasan yang sudah melekat dan telah digunakan tergantung oleh Kantor Jasa Akutansi masing-masing.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top