Tag: Impelementor software accounting Samarinda

STANDAR FITUR-FITUR DAN BEBERAPA KEUNGGULAN SERTA KEKURANGAN PENGGUNAAN SOFTWARE/PROGRAM GENERAL LEDGER (GL)

Buku Besar atau biasa disebut juga dengan General Ledger merupakan langkah kedua dalam siklus akuntansi setelah pencatatan transaksi kedalam jurnal. Buku Besar yang berisikan hasil dari mutasi-mutasi transaksi hasil postingan dari jurnal ini berfungsi untuk melihat kumpulan-kumpulan mutasi per akun, saldo awal, serta saldo akhir yang nantinya akan digunakan lagi untuk membuat jurnal penyesuaian sampai kepada laporan keuangan.

Secara konvensional, untuk memposting jurnal ke dalam buku besar diperlukan adanya ketelitian dalam proses menghitung satu persatu nilai akun yang masih terdapat dari jurnal dengan menambahkan atau mengurangi nilainya berdasarkan posisinya yan dari debit atau kredit. Jika sudah ditemukan nilai akhirnya, maka barulah nilai saldo akhir yang telah diperoleh tersebut dapat dimasukkan ke dalam akun yang berada di buku besar, begitu pula dengan akun-akun lainnya sehingga nilai aktiva dan pasiva bisa seimbang.

Tentunya saja cara seperti ini cukup rumit dan masih rentan akan terjadinya kesalahan. Dan yang paling umum dan banyak terjadi adalah terjadinya ketidakseimbangan antara posisi aktiva dan pasiva di Buku Besar. Jika sudah terjadi seperti ini, maka langkah selanjutnya dalam membuat laporan keuangan juga masih belum bisa dilakukan. Dengan terjadinya peristiwa seperti ini juga, sudah sepantasnya kita harus mencari perangkat untuk mendukung pencatatan secara otomatis. Perangkat yang dimaksudkan disini adalah berupa software General Ledger (GL).

Software General Ledger merupakan software akuntansi yang digunakan untuk mencatat segala macam jenis transaksi jurnal, buku besar, sampai dengan menghasilkan laporan keuangan seperti Neraca, Laba-Rugi, Arus Kas, dan lain sebagainya secara otomatis. Software General Ledger biasanya dibuat secara lebih sederhana untuk mencatat data-data master (akun, nama, dan lain sebagainya) dan jurnal double entry yaitu berupa posisi debit dan kredit yang langsung berada di form yang sebelumnya sudah disediakan pada setiap menunya masing-masing.

Penerapannya sebenarnya hanya cukup memasukkan akun-akun yang nantinya akan dilibatkan pada jurnal, kemudian isi data-data penunjang lainnya, seperti: nama tujuan, nilai kurs (jika menggunakan mata uang asing), departemen, dan lain sebagainya. Ketika pengguna telah memutuskan untuk merekam transaksi jurnal tersebut, maka sistem secara otomatis sudah memposting jurnal ke dalam buku besar sekaligus langsung menghasilkan laporan keuangan tanpa harus menutup buku akhir bulan terlebih dahulu.

Karena begitu mudah dan simpelnya software General Ledger ini, namun hanya mendukung untuk pencatatan jurnal double entry saja tidak sama seperti software akuntansi yang jauh lebih lengkap untuk proses pencatatan transaksi yang jauh lebih spesifik, software General Ledger ini memang sangat tepat untuk digunakan dalam proses dari alur bisnis yang terbilang masih sederhana tanpa adanya kontrol terhadap persediaan, bahkan untuk proses pencatatan keuangan bagi pembukuan rumah tangga.

Saat ini sudah sangat banyak para penyedia software General Ledger yang membuat hanya berdasarkan keperluan dan kebutuhannya saja, sehingga banyak juga variasi dan jenis dari fasilitas yang dimasukkan.
Ada juga yang sudah menyediakan software seperti ini tanpa ada bayaran apapun alias dengan cuma-cuma.

Secara umum standar dari fitur-fitur dan fasilitas dalam software General Ledger ini adalah meliputi:

1. Data-data untuk master (nama, akun, departemen, dan lain sebagainya).
2. Fitur Jurnal Umum Double Entry (debit-kredit).
3. Mampu menampilkan dan mencetak voucer jurnal (journal voucher).
4. Menyediakan fasilitas Buku Besar (General Leder).
5. Fitur Neraca Saldo.
6. Fitur Neraca.
7. Laporan Laba-Rugi.
8. Fasilitas Ekspor laporan (Biasanya yang paling banyak adalah berupa file JPEG, Excel dan PDF).

Beberapa keuntungan dalam menggunakan bantuan dari software General Ledger (GL), yaitu:

1. Memiliki tampilan yang sangat sederhana, sehingga akan bisa digunakan oleh kebanyakan orang yang sebenarnya hanya mengetahui tentang pembukuan keuangan dasar saja.
2. Penggunanya hanya perlu menginput jurnal umum pada satu tempat dengan cara memasukkan akun-akun yang terkait tanpa harus mengatur ulang akun pentingnya (control account).
3. Laporan keuangan akan langsung dapat dilihat tanpa harus didahului dengan langkah tutup buku akhir bulan/tahun.
4. Ukuran database sangat ringan karena tidak memiliki alur yang lebih kompleks.

Namun software General Ledger ini juga memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

• Tidak mengutamakan tampilan yang user friendly, karena hanya lebih berfokus kepada pencatatan yang lebih sederhana.
• Lebih beresiku untuk terjadinya kesalahan pengguna dalam memasukkan akun-akun (keterbalikan akun) pada jurnal karena salah penginputan akun yang sudah dilakukan dengan bebas oleh si penggunanya.
• Kurang efektif jika diterapkan oleh jenis bidang usaha dengan alur bisnis yang lebih spesifik. Seperti contoh transaksi procurement, transaksi yang lebih banyak melibatkan barang-barang, harta tetap, produksi, dan lain sebagainya.
• Kurang efektif dan efisien apabila diterapkan oleh jenis usaha yang memiliki frekuensi transaksi yang terlalu sering dan rutin, misalnya seperti transaksi yang terjadi secara berulang-ulang (recurring).
• Tidak dapat mengontrol persediaan, hutang-piutang jatuh tempo, dan lain sebagainya.

Dari berbagai keunggulan dan keterbatasan tersebut setidaknya akan bisa dijadikan sebagai salah satu dasar acuan apakah bisnis Anda sudah sangat cukup untuk hanya menggunakan software General Ledger saja, ataukah harus menggunakan lebih daripada itu. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KETENTUAN TARIF PAJAK UKM DAN UMKM 0,5% AKAN SEGERA BERLAKU SECEPATNYA

Saat ini, para wirausahawan UKM dan UMKM dapat bernafas lega, karena Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk jenis Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahunnya, termasuk juga koperasi akan segera diberlakukan.

Pihak pemerintah akan berencana untuk memangkas pajak UMKM yang awalnya adalah 1% menjadi 0,5% dari jumlah atau nilai peredaran bruto selama satu tahun maksimal adalah Rp 4,8 miliar.

“Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)-nya untuk saat ini sudah sampai pada tahap akhir. Jadi dari berbagai rapat harmonisasi yang telah diikuti oleh beberapa instansi seperti: Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Ditjen Pajak, Kementerian Koperasi dan UKM serta Asosiasi UMKM, telah menetapkan tarif PPh final terbaru yang sudah dinyatakan ke dalam RPP adalah sebesar 0,5%,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati Barnas dalam keterangan secara tertulisnya di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Kemenkop dan pihak UKM sebelumnya melalui surat Menteri Koperasi dan UKM pada tahun 2017 lalu telah mengusulkan agar tarif PPh final melalui PP nomor 46 2013 yang telah dinilai masih terlalu memberatkan dan dapat diturunkan menjadi 0,25%. Revisi tersebut telah benar-benar disepakati dan tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja,  sehingga kemungkinan untuk dapat diberlakukan adalah dalam waktu dekat.

“Nantinya akan ada perubahan secara signifikan dalam aturan tersebut, diantaranya adalah tentang penurunan tarif PPh final (pajak UMKM) dari yang awalnya 1% menjadi 0,5% atas omzetnya. Kedua, penerapan PPh final berbatas waktu,” kata dia.

Yuana secara lebih jauh telah menjelaskan, bahwa pada RPP tersebut juga disebutkan terdapat adanya kebijakan batas waktu (sunset clause) bagi para wajib pajak (WP) yang menggunakan tarif final seperti ini, yaitu empat tahun bagi WP badan tertentu seperti: (koperasi, CV, dan firma), tiga tahun untuk WP Badan Perseroan Terbatas (PT), dan tujuh tahun untuk WP perorangan.

Melalui kebijakan sunset clause atau batas waktu untuk pengenaan pajak, Kementerian Koperasi dan UKM semakin mendorong para pelaku UMKM untuk semakin lebih tertib pembukuan dan mengedukasi dirinya sendiri untuk lebih tertib dalam menyusun laporan keuangan dari usahanya.

“Jadi, setelah batas waktu sudah tiba, maka WP akan dapat melaksanakan pembukuan dan menyelenggarakan kewajibannya sesuai dengan rezim secara umum atau pajak normal yang sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang lebih mengacu kepada Pasal 17,” ungkap dia.

Kemudahan Lainnya

RPP tersebut juga telah memberikan berbagai keleluasaan bagi para UMKM yang merugi untuk menggunakan mekanisme pajaknya secara normal dengan menyampaikan laporan keuangan pada saat pelaporan SPT Tahunannya, dengan mekanisme kompensasi kerugian yang terjadi selama 5 tahun. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya UMKM yang bersangkutan harus tetap konsisten dalam menggunakan tarif pajak normal.

Yuana juga tak menampik jika adanya sunset clause akan semakin menuai berbagai macam tanggapan, terutamanya adalah dari para pelaku UMKM. Namun, dia menilai, bahwa kebijakan sunset clause sebagai salah satu sarana untuk pembelajaran bagi WP Orang Pribadi maupun WP Badan, agar secara bertahap dapat melaksanakan pembukuan dengan lebih tertib.

Karena, pembukuan dan pencatatan keuangan dalam proses bisnis merupakan suatu keharusan sebagai salah satu bagian dari manajemen keuangan, antara lain adalah agar dapat dipergunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan pinjaman kepada pihak bank.

“Ini merupakan semangatnya positif. Dalam artian, diberikan waktu dan pada akhirnya UMKM secara bertahap diharapkan akan memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangannya sendiri yang sesuai standar akuntansi yang berlaku. Sistem pembukuan merupakan salah satu needs/kebutuhan dalam upaya untuk peningkatan kinerja UMKM.”

Keuntungan PPh Final Batas Waktu

Pada sisi lain, Yuana menyatakan bahwa dengan diberlakukannya sunset clause, maka diharapkan pihak pemerintah akan dapat mendukungnya melalui pelatihan dan pendampingan bagi para UMKM dalam penyusunan laporan keuangan, serta advokasi dan pemahaman tentang kewajiban dalam membayar pajak.

“Batas waktu (sunset clause) telah memberikan kebebasan bagi para UMKM untuk memilih menggunakan sistem pajak final atau normal. Selama masa sunset clause, pemerintah secara paralel juga selayaknya akan melaksanakan pelatihan dan pendampingan dengan dukungan dari APBN dan APBD. Program tersebut diharapkan akan dapat semakin meningkatkan kontribusi untuk pembayaran pajak dari UMKM,” jelas dia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2016 tahun lalu, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai 59,7 juta yang lebih banyak didominasi oleh para pelaku usaha mikro.
“Maka dari itu, diharapkan untuk adanya peningkatan dan sinergitas antar instansi yang terkait di tingkat pusat maupun dari daerah untuk upaya peningkatan kapasitas SDM UMKM dalam bidang administrasi dan pembukuan, serta kesadaran untuk taat dalam membayar pajak,” tandas dia.
Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Maju terus untuk UKM dan UMKM Indonesia.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Sumber : Klik

FITUR-FITUR STANDAR YANG HARUS ADA UNTUK PROGRAM PEMBUKUAN KEUANGAN SEKOLAH

Software akuntansi untuk sekolah apakah itu cocok atau tidak bias dilihat dari selengkap apa fitur-fitur yang disediakannya. Karena software akuntasi untuk proses pembukuan keuangan  sekolah standarnya harus mampu dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan dari kegiatan operasional sekolah, khususnya yang berhubungan dengan pencatatan keuangan dengan menggunakan system program keuangan sekolah. Dengan adanya berbagai fitur yang terlalu lengkap, bukan berarti bahwa program pencatatan keuangan tersebut dapat cocok untuk diterapkan dengan lebih tepat dan cukup efisien untuk menunjang kelancaran dari aktivitas administrasi sekolah.

Program pembukuan keuangan untuk sekolah merupakan sejenis perangkat lunak yang telah dibuat sedemikian rupa dalam upaya untuk mendukung pencatatan keuangan sekolah seperti halnya untuk mengelola iuran dari murid, inventarisasi harta tetap milik sekolah, belanja kebutuhan sekolah, pencatatan daftar murid-murid sekolah, dan lain sebagainya dengan fitur-fitur yang dapat mengakomodasi apapun keperluan bagi sekolah. Itu semua dapat diterapkan dalam satu aplikasi terpadu. Agar semua pihak dapat mengelola keuangan milik sekolah secara bersama-sama, yang tentunya sangat dibutuhkan adanya bantuan dari teknologi jaringan komputer yang disebut sebagai LAN.

Lalu sebenarnya, seperti apa software yang secara khusus dibutuhkan oleh sekolah? Software untuk sekolah merupakan sebuah software yang cukup mampu dalam memenuhi seluruh yang apapun yang diperlukan oleh sekolah dalam mendukung berbagai kegiatan administrasinya.

Untuk fitur-fitur standard yang seharusnya adalah adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan dalam mencatat data-data murid dan pegawai dan guru sekolah.

Pencatatan data-data murid sekolah menjadi hal paling mendasar yang harus ada pada setiap software sekolah. Tanpa adanya kemampuan dari software pembukuan dalam mencatat database para murid sampai kepada perincian dari alamat dan kontak, maka itu berarti akan menjadi salah satu kendala yang terlalu signifikan. Karena itulah, maka pencatatan database seperti nama dan alamat menjadi sangat penting dan harus dimiliki oleh sekolah.

2. Kemampuan dalam mencatat inventaris milik sekolah dan metode penyusutannya.

Dari pihak sekolah sendiri tentunya memiliki banyak sekali inventaris dari meja dan kursi, papan tulis, perangkat pengajaran, pendingin ruangan, sampai dengan bangunan dari sekolah itu sendiri. Agar pihak sekolah dapat mendaftarkan seluruh inventaris atau harta tetapnya tersebut, maka diperlukan adanya ciri-ciri tertentu dari fasilitas pencatatan harta tetap dan metode untuk proses penyusutannya. Software pembukuan keuangan untuk sekolah juga harus dapat mencatat itu semua dan sekaligus mampu dalam menyajikan proses penyusutan untuk setiap bulan dengan langkah-langkah yang lebih mudah dan cepat. Jika sekolah sudah dapat mengelola harta tetap dan penyusutannya, maka pihak sekolahpun akan dapat membuat laporan-laporan mana saja asset yang harus diperbaharui.

3. Kemampuan dalam mencatat transaksi (uang) yang keluar masuk dan juga pengelolaan hutang piutang sekolah.

Pencatatan transaksi ibaratnya seperti jantungnya software pembukuan untuk sekolah. Fitur ini merupakan fitur yang paling esensial bagi sekolah yang mana sekolah juga harus membuat transaksi sehari-harinya seperti kegiatan operasional, penagihan iuran sekolah, dan lain sebagainya. Software pembukuan untuk sekolah juga harus mampu untuk mencatat hutang piutang dan mampu memunculkan notifikasinya dalam bentuk pengingat. Pengingat yang dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik, maupun berupa kalender, sehingga tidak ada sedikitpun transaksi yang sampai terlewatkan untuk segera ditindaklanjuti.

4. Kemampuan program pembukuan sekolah dalam mengelompokkan transaksi-transaksi berdasarkan jenis dan kegiatan sekolah.

Pihak sekolah sendiri tentunya memiliki berbagai kegiatan, baik itu berupa kegiatan belajar mengajar maupun berupa kegiatan-kegiatan lainnya di luar pengajaran seperti ekstrakurikuler, pentas seni, dan acara-acara lainnya. Dengan adanya jenis kegiatan yang sangat beragam seperti ini, maka pihak sekolah juga harus bisa mengklasifikasikan transaksi-transaksi dan laporan keuangan yang berdasarkan berbagai kegiatannya masing-masing, sehingga sekolah akan dapat melihat penerimaan, belanja, dan juga bagaimana posisi keuangan untuk setiap kegiatan atau aktivitasnya masing-masing.

5. Kemampuan mencetak faktur/invoice/tagihan.

Faktur/ invoice menjadi salah satu hal yang sangat perlu ada pada setiap software pembukuan keuangan sekolah, karena hal itu akan menjadi berkas sebagai bukti-bukti transaksi dan penagihan yang nantinya akan digunakan untuk proses audit selanjutnya.

6. Kemampuan menghasilkan laporan keuangan dengan cepat.

Tanpa adanya laporan keuangan, maka transaksi yang pernah tercatat sama sekali tidak akan ada gunanya karena laporan keuangan merupakan komponen terakhir yang sangat diperlukan untuk menilai sejauh mana tingkat dari kesehatan keuangan dan posisi keuangan sekolah, misalnya saja berapa nilai penerimaan sekolah saat ini, berapa jumlah belanja sekolah bulan ini, berapa banyak tagihan dari iuran sekolah kepada murid-murid yang masih menunggak, dan lain sebagainya.

Laporan keuangan selain akan digunakan untuk keperluan internal sekolah, juga masih dapat digunakan untuk pihak eksternal sekolah, seperti yayasan sekolah itu sendiri atau bahkan pihak pemerintah daerah dan negara setempat. Jika software pembukuan sekolah seperti ini mampu menghasilkan laporan keuangan dengan lebih cepat, maka bukan tidak mungkin lagi pengambilan keputusan yang lebih strategispun akan dapat dengan cepat dilakukan.

7. Memiliki fitur khusus yang mampu menghasilkan penelusuran laporan jejak audit.

Hal paling mendasar yang juga tidak kalah pentingnya dari sebuah software pembukuan untuk sekolah adalah kemampuan dari software sekolah tersebut dalam mengidentifikasikan segala tindakan-tindakan perubahan atas berbagai transaksi yang telah tersimpan oleh penggunanya. Dengan demikian, maka pencatat laporan keuangan tidak akan bisa dengan sembarangan menyunting maupun menghapus transaksi, bahkan mencatat transaksi secara fiktif karena semua tindakan tersebut sudah tercatat secara jelas dalam laporan jejak audit. Beberapa ciri-ciri dari fitur di atas merupakan fitur standard yang seharusnya sudah ada dalam software pembukan keuangan sekolah.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top