Tag: Initial public offering

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (3) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan dari artikel lalu yang berjudul TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN.

Pada Pembahasan kedua tersebut telah dijelaskan tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh para calon emiten dalam menyatakan pengajuan pendaftaran secara formal kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari kedua lembaga pasar modal tersebut dan secara bersamaan calon emiten akan mempublikasikan prospektus finalnya.

Setelah memberikan pernyataan secara tertulis pada lembaga Pasar modal, kini langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh para calon emiten adalah melakukan penawaran saham. Berikut ini merupakan pembahasan selanjutnya (ketiga) tentang bagaimana cara dalam melakukan IPO.

TAHAP UNTUK PENAWARAN SAHAM

Tahap ini merupakan tahapan yang paling utama karena perusahaan mulai menawarkan sahamnya ke pasar-pasar modal. Harapan bagi setiap perusahaan yang sudah melakukan IPO adalah saham yang ditawarkan dapat langsung diserap oleh pasar, menarik modal dari para Investor sebanyak-banyaknya.

Perusahaan dapat menunjuk beberapa agen penjual khusus untuk menawarkan sahamnya. Waktu penawaran umum ini adalah sekitar 1 hingga 5 hari kerja. Setelah masa penawaran berakhir, maka emiten wajib menyelesaikan penjatahan atas permintaan pesanan saham yang telah disampaikan oleh para investor. Setelah hal itu sudah dilakukan, maka selanjutnya pendistribusian saham kepada para investor dan pengembalian uang (refund) kepada para investor. Dan apabila emiten ingin sahamnya dapat diperdagangkan di bursa, hasil penawaran saham pada saat IPO harus dicatat di bursa efek.

“Bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang bagaimana cara agar bisa sukses ketika melakukan IPO dapat membaca artikel lain yang akan ditulis oleh praktisi software akuntansi. Dan menjadi topik pembahasan tersendiri di liar pembahasan artikel ini.”

Yang harus selalu diingat adalah saham yang sudah dilepas ke pasar modal tidak akan pernah sesuai dengan ekspektasi perusahaan, Permintaan saham dapat menjadi lebih besar, juga dapat sebaliknya, yaitu menjadi lebih kecil. Misalnya saham yang sudah dilepas oleh perusahaan ke pasar modal berjumlah 100 lembar, akan tetapi jumlah saham yang diinginkan oleh para investor jumlahnya adalah sekitar 520 lembar. Maka hal seperti ini menunjukan adanya kelebihan permintaan saham, (Oversubscribe). Agar dapat adil maka perlu dilakukannya penjatahan (Allotment).

Terdapat dua macam keadaan dimana saham perdana yang sudah dilepas di pasar modal, yaitu:

1. Saham akan mengalami kelebihan penawaran (Underscribed).

Yaitu keadaan dimana saham yang sudah dipesan oleh investor kurang dari jumlah saham yang sudah ditawarkan oleh perusahaan.

2. Saham akan mengalami kelebihan permintaan yaitu saham yang dipesan melebihi saham yang ditawarkan oleh perusahaan.

Apabila jumlah saham yang dipesan sudah melebihi jumlah saham yang didapatkan oleh para investor, maka kelebihan dana investor akan langsung dikembalikan (Refund). Pendistribusian saham akan dilakukan oleh penjamin emisi (Underwriter).

Saham yang sudah oversucribe, kelebihan permintaan pada saat awal penawaran perdana berarti saham perusahaan sedang banyak diminati dan mudah terserap oleh pasar. Agar saham IPO semakin banyak diminati oleh pasar, maka perusahan biasanya akan menurunkan harga saham atau menurunkan target penjualannya. Momen seperti inilah yang sengaja dimanfaatkan oleh perusahaan. Perusahaan dapat dengan mudah memanfaatkan motivasi dari para Investor dalam membeli saham yang ingin mendapatkan gain atau selisih lebih atas pembelian sahamnya.

Setelah hari pertama dilakukan penawaran saham, maka masih tersisa empat hari lagi. Pada hari berikutnya, sebelum pendistribusian saham dilakukan, dan sebelum penawaran saham perdana ditutup. Perusahaan dapat menaikan harga saham maupun menurunkannya. Kenaikan harga saham maupun penurunan akan sangat mempengaruhi permintaan saham IPO selanjutnya.

TAHAP PENCATATAN DI BURSA EFEK

Setelah perusahaan melakukan penawaran saham perdana IPO, dan telah memenuhi sema persyaratan yang diajukan oleh BEI (Listing requirement), maka selanjutnya perusahan dapat langsung mencatatkan sahamnya pada bursa efek.

Setelah persyaratan sudah terpenuhi semuanya, maka akan ditentukan papan perdagangan mana yang sudah menjadi dasar dari pencatatan emiten. Terdapat dua macam papan pencatatan yang ada di bursa efek, yaitu papan pencatatan utama (Main Board) dan papan pencatatan pengembangan (Developmet Board).

Perbedaan papan utama dengan papan pngembangan adalah:

Perusahaan yang memilki ukuran perusahan besar (Size) dan track record akan dicatat pada papan utama (Main Board). Sementara pada papan pengembangan hanya akan ditujukan pada perusahaan yang masih belum memilki persyaratkan untuk dapat tampil pada papan utama.

Berikut ini adalah biaya yang harus disiapkan oleh para emiten baru agar dapat mencatatkan sahamnya, baik pada pada papan utama (Main Board) maupun pada papan pengembangan (Development Board). Pada awal tahun 2014 lalu, biaya pendaftaran dalam rangka untuk penawaran umum perdana (Initial public offering) adalah sebesar Rp 25.000.000,-.

Sementara apabila perusahan ingin tercatat pada papan utama (Main Board), maka perusahaan harus membayar setoran wajib sekitar Rp 15.000.000,-. Dan Rp 10.000.000,- (Development Board). Ketentuan seperti ini berkaku untuk setiap Rp 1.000.000,- kelipatan sebesar Rp Rp 1.000.000.000,- dari nilai kapitalisasi dan nilai maksimumnya adalah sebesar Rp 250.00.000,-. Sedangakan pada papan pengembangan minimum biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp 25.000.000,- dan maksimumnya adalah sebesar Rp 150.000.00,-.

Biaya pencatatan tahunan pada papan utama dan pengembangan adalah sebesar Rp 500.000,- untuk kelipatan Rp 1.000.000.000,- dari nilai kapitalisasi pasar minimal adalah Rp 50.000.000,- dan maksimal adalah sebesar Rp 250.000.000,-.

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana (IRW). Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam melakukan IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, dan membutuhkan Software Accounting, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap untuk membantu Anda. Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan artikel yang lalu yang berjudul: TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN. Pada pembahasan sebelumnya praktisi software akuntansi telah menjelaskan tentang hal-hal utama yang perlu untuk dilakukan oleh para calon emiten agar dapat menjadi perusahaan Go Publik. Tahapan yang dilakukan adalah persiapan, mengajukan niat untuk mendaftar, menawarkan saham lalu kemudian mencatatkan saham pada bursa efek.

Tentang tahapan persiapan, pada artikel lalu juga sudah dibahas bahwa para calon emiten perlu mempersiapkan segala kebutuhan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah dokumen sudah dipersiapkan, maka struktur keuangan perusahan akan diperbaiki, lalu kemudian melakukan rapat umum para pemegang saham untuk meminta persetujuan dari mereka. Tentang langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan sebagai persiapan awal.

Setelah persiapan awal sudah dilakukan, maka perusahaan akan mulai melangkah kepada tahapan selanjutnya, yaitu menunjuk lembaga-lembaga pasar modal untuk membantu dalam mengurus dan mendukung terlaksananya proses penawaran saham perdana. Lembaga tersebut meliputi Penjamin emisi (Underwariter), Akuntan Publik (Auditor Independen), Konsultan hukum, Notaris dan biro administrasi.

Nah, Itulah tahap-tahap untuk persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan Penawaran Saham Perdana Initial Public Offering (IPO). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan pada tahapan untuk pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

TAHAP PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

Pada tahap ini, calon emiten harus melengkapi dokumen-dokumen pendukung untuk menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga OJK memberian pernyataan bahwa Pernyataan Pendaftaran telah efektif.

Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya sudah tercatat dan diperjual belikan pada bursa efek Indonesia (BEI), perusahaan harus mengajukan permohonan untuk mencatatkan saham, melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan, antara lain adalah:

 Profil perusahaan (Company Profile). Laporan yang berisikan tentang latar belakang perusahaan seperti sejarah berdirinya, fakta terkini dan visi misi perusahaan.
 Laporan keuangan (Financial Statement). Laporan yang memberikan informasi tentang bagaimana kinerja keuangan yang telah diperiksa oleh Auditor Independen.
 Opini Hukum.
 Proyeksi Keuangan. Laporan yang berisikan tentang anggran perusahaan yang meliputi perkiraan pendapatan dan biaya yang akan terjadi di masa depan.

Perusahan juga wajib untuk menyampaikan permohonan pendaftaran saham untuk dititipkan secara kolektif (Scirpless) dikustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Surat pernyataan yang sudah diajukan oleh para calon emiten akan di evaluasi ulang oleh Bursa efek Indonesia BEI dan akan mengundang beberapa lembaga pasar modal untuk mempresentasikan profil perusahaan seperti Under writer/penjamin emisi dan Profesi penunjang. Evaluasi perusahan juga meliputi kunjungan dari tim Bursa Efek Indonesia ke kantor perusahaan calon emiten untuk menilai kegiatan usaha calon emiten dan relevansinya dengan rencana IPO. Bursa efek Indonesia akan memberikan persetujuan prinsip berupa Perjanjian Pendahhuluan Pencatatan Saham kepada perusahaan ketika Bursa Efek Indonesia telah menentukan bahwa permohonan dari para calon emiten sudah diterima. Bersamaan dengan pengajuan permohonan ke Bursa efek Indonesia calon emiten juga harus mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuanga Indonesia (OJK).

OJK akan mengevaluasi fakta-fakta material tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan melalui prospektus. Propektus adalah berupa Gabungan antara Profil perusahaan dengan laporan keuangan yang akan disajikan dalam satu dokumen untuk memberikan gambaran tentang saham yang sedang ditawarkan.

Prospektus yang berisikan tentang reksadana, saham, obligasi, dan jenis investasi-investasi lainnya. Selain itu prospektus juga berisikan tentang Laporan keuangan, profil dewan direksi dan juga dewan komisaris, rincian informasi tentang kompensasi mereka, masalah-masalah yang seringkali harus dihadapi oleh perusahaan dan informasi-informasi penting lainnya yang lebih bersifat material. Sebuah prospektus yang baik juga harus memuat tentang fakta-fakta yang lebih material. Keberhasilan dalam mendapatkan investor juga masih tergantung pada prospektus yang sudah disajikan. Prospektus ini akan langsung didistribusikan oleh penjamin emisi (Under writer) atau pialang saham (broker) terhadap investor potensioal. Sehingga harapan dari emitan atas saham yang sudah dilepas dapat langsung terserap semuanya oleh pasar.

Peraturan tentang prospektus ini telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berdasarkan peraturan Bapepam lebih dikenal dengan beberapa tahapan prospektus di Indonesia yaitu:

Prospektus Awal

Prospektus ini digunakan hanya untuk mengukur minat dari pasar (book buiilding) terhadap para calon emiten. Prospektus ini berisikan tentang keseluruhan informasi yang perlu disampaikan kepada Bapepam kecuali Informasi penawaran, seperti nilai nominal, jumlah dan harga penawaran, efek penjamin efek, penjamin emisi, efek tingkat suku bunga, obligasi.

Prospektus ringkas

Prospektus ini lebih banyak memberikan informasi tentang ringkasan dari fakta-fakta dan berbagai pertimbangan. Informasi yang sudah diungkapkan pada prospektus ini berisikan tentang semua perkiraan yang berhubungan langsung dengan hak dan kewajiban dari para calon investor.

Prospektus final

Sebuah Prospektus yang akan dipublikasikan setelah Bapepam yang isinya menyatakan bahwa efektifitas atas Pernyataan Pendafataran yang telah diajukan oleh para calon emiten.

Prospektus yang disebutkan di atas akan diterbitkan oleh calon emiten menjelang perusahaan IPO.

Nah, itulah beberapa tips seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang tata cara IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya, terimakasih.

Scroll to top