Tag: Innitial public offering

TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi dan implementor software akan sedikit banyak membahas artikel tentang bagaimana caranya dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. IPO (Initial Public Offering) penawaran umum saham perdana, merupakan penjualan pertama saham perusahan terhadap masyarakat. Tidak perlu memliki sejarah perusahaan yang solid dan keuangan yang kuat. Perusahaan baru dan kecilpun masih memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengembangkan perusahaan.

Dalam rangka untuk penawaran umum dari calon perusahaan yang sudah tercatat (emiten), terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:

1. Tahap persiapan.
2. Tahap pengajuan Pernyataan Pendaftaran.
3. Tahap Penawaran saham dan
4. Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek.

TAHAP PERSIAPAN

Persiapan yang harus dilakukan oleh calon emiten pertama kali secara bersamaan adalah dengan melakukan restrukturisasi dan pembenahan terhadap berbagai aspek mulai dari pembentukan ulang komposisi Modal, Sumber Daya Manusia (SDM), bahkan kewajiban yang harus diikuti dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Kemudian melakukan rapat umum pemegang saham untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham. Setelah mereka menyetujui, barulah menunjuk salah satu Lembaga dan Profesi Penunjang dari Pasar modal antara lain :

1. Penjamin emisi (Underwariter).

Lembaga ini sangat membantu dalam membuat Dokumen, Prospektus dan memberikan penjaminan atas penerbitan efek. Sehingga lembaga ini merupakan yang paling banyak berperan dalam berbagai persiapan perusahaan untuk segera menjadi Go publik. Selain itu lembagai ini juga bertangungjawab penuh terhadap berbagai resiko wanprestasi yang dilakukan oleh pihak emiten.

Calon emiten dapat memilih penjamin emisi untuk menjual emisi baru seperti Bank investasi, Bank Komersial, atau perusahaan pialang. Pada saat penerbitan efek pertamakali, perusahaan dapat menetapkan perjanjain dengan penjamin emisi atas kesanggupannya.

Terdapat dua macam jenis perjanjian, yaitu Kesanggupan penuh (Full Comitment), berupa penjamin emisi efek bertanggungjawab akan mengambil sisa dari efek apabila dalam penawaran tidak terjual semuanya. Yang kedua adalah berupa kesanggupan terbaik (Best effort), yaitu penjamin emisi akan berusaha sebaik-baiknya dalam menjual efek emiten, namun juga tidak bertanggungjawab penuh atas berbagai sisa efek yang sama sekali tidak terjual.

2. Akuntan Publik (Auditor Independen).

Tugas utama dari akuntan publik adalah untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan calon emiten. Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk untuk melakukan audit harus yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasan dari ditunjuknya KAP adalah Auditor Independen akan memegang peranan kunci dalam memberikan pendapat atas tingkat kewajaran dari laporan keuangan. Kepatuhan dari para calon emiten dalam hal pelaporan dan penyajian dari laporan keuangan berdasarkan pada Prinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia.

Yang paling diwajibkan kepada perusahaan Go publik adalah berupa keterbukaan informasi. Berkembangnya pasar modal, lembaga Internasional mengharuskan pihak emiten agar lebih transparan dan Jelas (fair) dalam mengelola perusahaannya. Keterlibatan pihak eksternal kepada perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung akan nampak jelas pada penataan perusahan, Kinerja GCG. Peran dari akuntan publik pada GCG terletak pada penilaian secara lebih objektif atas kejelasan tentang akuntabilitasnya. Seberapa jauh dari pihak manajemen patuh pada praktek-praktek berdasarkan pada standar akuntansi keuangan Indonesia. Perusahaan yang memiliki tata kelola perusahan biasanya akan tampak pada kualitas dari laporan keuangannya.

3. Konsultan hukum.

Konsultan hukum bertugas untuk memberikan opini dari aspek hukumnya. Seperti:

 Memberikan tanda tangan tentang emisi efek, diikuti dengan penyampaian maksud (letter of intent) kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam).
 Memberikan pendapat dari segi hukum tentang bagaimana keadaan perusahaan calon emiten yang meliputi anggaran dasar perseroan dan berbagai macam perubahnnya. Anggaran dasar ini meliputi setoran modal awal oleh si pemilik perusahaan.
 Menandatangani Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Setiap perusahan yang melakukan perdagangan wajib memiliki SIUP berdasarkan tempat kedudukan dari perusahaan tersebut. SIUP merupakan surat ijin yang benar-benar sah dan merupakan legalitas untuk menjalankan sebuah usaha yang sudah diterbitkan oleh Kantor Dinas Perdagangan.  Surat Izin seperti ini wajib untuk diperbaharui setiap lima tahun sekali. Surat Ijin Ini akan dibagi menjadi tiga macam berdasarkan nilai modal dan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

1. Siup Kecil, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk dari tanah dan bangunan tempat usaha maksimal adalah Rp 200.000.000,-.
2. Siup Menengah, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan rentang nilai adalah Rp 200.000.000,- hingga Rp 500.000.000,-.
3. Siup Besar, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha diatas Rp 500.000.000,-.

 Menandatangani bukti kepemilikan asset-asset. Agar kepemilikan asset, seperti diakui kuat secara hukum juga membutuhkan adanya bukti otentik.
 Memberikan pendapat dan tanda tangan hubungan antara perusahaan dengan pihak ketiga (Afiliasi).

4. Notaris.

Peran penting dari Notaris menjadikan akta-akta perjanjian dalam proses IPO dan notulen-notulen rapat lainnya. Berikut ini adalah beberapa perincian dari tugas-tugasnya:

1. Membuat akta tentang perjanjian dan pernyataan yang dibuat oleh emiten.
2. Membuat akta perubahan anggaran dasar perusahaan.
3. Membuat perjanjian penjaminan efek.
4. Membuat perjanjian antara penjamin emisi efek.
5. Membuat perjanjian dengan agen penjual (Broker).
6. Membuat perjanjian perwali amanatan (Indenture). Merupakan surat perjanjian bermaterai antara beberapa pihak, dan masing-masing pihak akan menerima tembusan perjanjian tersebut.
7. Membuat perjanjian untuk penanggungan (borgtocht). Perjanjian dimana pihak ketiga akan mengikatkan diri untuk menggantikan posisi dari si berhutang seandainya dia tidak mampu dalam memenuhinya. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kepada pihak kreditur atas adanya pemenuhan kewajiban dari pihak yang berhutang apabila tidak mampu memenuh kewajibannya tersebut.

5. Biro administrasi

Biro administrasi bertugas sebagai pendokumentasian dari para pemesanan saham dan kepemilikan saham.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana (IRW). Apabila pembaca ingin memahami yang lebih mendalam tentang bagaimana cara IPO, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting maka para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada kelanjutan dari pembahasan artikel berikutnya.

Scroll to top