Tag: Konsultan software

PENJELASAN TENTANG ASSET DAN KEWAJIBAN DALAM (CONTINGENT ASSET) ASSET KONTIJENSI

Pada Kesempatan kali ini praktisi program accounting Groedu ComprehensiveBusinessSolution akan berbagi Informasi tentang Asset dan Kewajiban Kontigensi (contingent asset). Berikut dibawah ini merupakan penjelasannya.

• Asset Kontijensi.

Aset kontigensi merupakan keuntungan potensial yang hanya semata-mata disebabkan oleh terjadinya sebuah peristiwa di masa depan yang sama sekali tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena disebabkan oleh kejadian di masa depan yang masih belum bisa diprediksi dan dipastikan kebenarannya, maka asset tersebut tidak akan disajikan pada laporan keuangan. Akan tetapi, berdasarkan pada praktek dan dalam kondisi tertentu, asset kontigensi yang disaijkan pada laporan keuangan hanya terdapat pada catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu, Asset kontigensi hanya dapat diakui ketika ekpektasi nilai yang sudah menyertainya telah dipastikan akan mengalir kepada perusahaan.

Aset kontigensi yang sudah diatur dibawah prinsip konservatisme, dimana praktek akuntansi yang sudah menyatakan bahwa segala bentuk akibat dari kejadian yang tidak dapat dipastikan harus mampu diukur dengan nilai yang paling rendah agar pendapatan bisa lebih besar untuk nilai bebannya. Pada kasus kali ini keuntungan atas penangguhan pengakuan asset dipastikan agar tidak sampai menyesatkan. Penilaian estimasi terhadap asset kontigensi harus berdasarkan pada nilai yang paling rendah. Tidak ada pencatatan asset kontigensi pada laporan keuangan sampai kejadian yang menyebabkan asset tersebut memang benar-benar terjadi. Prinsip konservatisme yang telah mengantikan matching prinsip, asset sebaiknya tidak dilaporkan sampai biaya yang muncul berkaitan dengan asset yang sudah terjadi.

• Kewajiban kontigensi.

Kewajiban kontigensi merupakan potensi kewajiban yang mungkin saja akan timbul akibat dari adanya pengaruh peristiwa yang masih belum pasti terjadi dimasa yang akan datang. Kewajiban untuk kontigensi akan dicatat apabila jumlah kewajiban yang dapat diestimasi dengan lebih wajar. Jika kemungkinan untuk terjadinya dapat dipastikan dan nilainya dapat diestimasi dengan wajar, maka pencatatan kontijensi memang diperbolehkan. Akan tetapi jika tidak memenuhi dua persyaratan tersebut, maka secara prinsip akuntansi tidak diijinkan penyajian di laporan keuangan. Kewajiban kontijensi yang di ungkapkan pada catatan atas laporan keuangan.

Kewajiban hukum yang sudah ditangguhkan dan garansi barang merupakan satu contoh yang paling umum dari kewajiban kontijensi karena sebab terjadinya dari kedua peristiwa tersebut tidak pasti. StandarAkuntansi Keuangan telah menyatakan bahwa nilai yang sudah diakui kewajiban kontijensi sebesar nilai dari estimasi ketika kewajiban tersebut sudah timbul, dan kemungkinan untuk terjadinya dapat diukur dengan lebih handal, dan prinsip tersebut akan berusaha untuk meyakinkan bahwa para pembaca dari laporan keuangan akan mendapatkan informasi yang cukup dan sama sekali tidak terlalu menyesatkan.

Misalnya bagi perusahaan yang sedang menghadapi tuntutan hukum dari perusahaan pesaing atas pelanggaran merek dagang. Departemen legal yang sudah bertanggung jawab pada masalah hukum perusahaan akan berasumsi bahwa perusahaan pesaing memang memiliki bukti yang lebih kuat, dan diestimasikan kerugianya jika perusahaan telah kalah dalam hal perkara hukum yakni sebesar Rp 2 milyar. Sehingga beban yang akan ditangguhkan akan menjadi semakin meningkat sebesar Rp 2 milyar. Akun penangguhan yang digunakan sebagai pencatatan beban dimana masih belum dilakukan pengeluaran kas. Seandainya perusahaan benar-benar sudah kalah dalam persidangan, maka perlu dilakukannya penyesuaian dengan cara mengkredit akun kas (melakukan pengeluaran) dan mendebit akun beban yang ditangguhkan masing-masing adalah sebesar Rp. 2 milyar.

• Jaminan kontijensi.

Garansi dari kontijensi adalah berupa persyaratan pembayaran yang dibuat oleh pihak ketiga (guarantor) kepada para penjual atau penyedia barang atau jasa dalam hal pembebasan membayar.
Garansi kontijensi biasanya akan digunakan ketika para suplier tidak memiliki hubungan dengan pihak lain. Pembeli akan membayar biaya jaminan kontingen kepada pihak penjamin, biasanya bank besar atau lembaga keuangan. Jika para pembeli sudah gagal dalam membayar, maka pihak ketigalah yang akan melakukan pembayaran atas namanya. Penjamin (Guarantor) tidak memiliki klaim atas asset yang sudah dibeli oleh sipeminjam berdasarkan perjanjian pinjaman, dan hanya akan menjamin pembayaran pinjaman. Si pemberi pinjaman biasanya akan meminta cosigner jika penghasilan peminjam tidak memenuhi persyaratan si pemberi pinjaman.Berdasarkan perjanjian penjamin, peminjam mungkin akan memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembayaran. Akan tetapi terbatas atau memiliki track record kredit yang sangat buruk.

Jaminan untuk kontinjen adalah berupa fitur umum tentang perdagangan internasional, terutama ketika vendor sudah melakukan bisnis dengan para pelanggan-pelanggan baru di pasar luar negeri. Maka jaminan kontinjen juga bisa digunakan sebagai salah satu alat untuk mengelola resiko pada proyek-proyek internasional yang besar dengan negara-negara yang memang sudah memiliki tingkat resiko politik atau peraturan yang sangat ketat, serta dalam hal instrumen keuangan yang memang lebih berorientasi kepada pendapatan tertentu.

Jaminan dari kontingen yang berbeda dengan letter of credit (LC), yang lebih umum banyak digunakan dalam bidang perdagangan internasional. Jaminan kontijensi hanya akan digunakan setelah pembayaran tidak dilakukan setelah jangka waktu yang sudah ditentukan oleh si pembeli, sementara LC yang dibayarkan oleh bank segera setelah penjual efek pengiriman dan mampu dalam memenuhi ketentuan LC. LC akan sangat membantu dalam hal mengurangi faktor-faktor seperti jarak, persyaratan hukum dan juga reputasi rekanan.

Karena untuk surat kredit biasanya merupakan suatu instrumen yang dapat dinegosiasikan, bank yang telah mengeluarkan pembayaran akan menerima manfaat atau bank yang sudah dinominasikan oleh si penerima. Letter of credit dapat dialihkan, penerima akan dapat menugaskan entitas lainnya, seperti induk perusahaan atau pihak ketiga, yang berhak untuk menarik. Bank biasanya akan mewajibkan jaminan sekuritas atau uang tunai sebagai satu agunan untuk menerbitkan letter of credit. Bank juga akan memungut biaya untuk layanan, dan biasanya persentase dari ukuran letter of credit.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan dari praktisi program accounting tentang Asset tetap. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang asset tetap, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan-pembenahan tentang Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda sekalian dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BEBERAPA TIPS DALAM MELAKUKAN PROSES STOCK OPNAME YANG EFEKTIF BAGI BISNIS RESTORAN

Pada artikel yang sebelumnya dengan judul “BEBERAPA TUJUAN UTAMA DAN JENIS JENIS PERSEDIAAN PADA PROSES STOK OPNAME BISNIS RESTORAN (KULINER)” dan berikut ini implementor software akan membagikan beberapa tips agar kegiatan dari proses stock opname yang Anda lakukan agar dapat berjalan dengan lancar dan efektif pada bisnis restoran milik Anda.

1. Mementukan waktu untuk proses stock opname yang lebih tepat.

Stock opname biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama Karena membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi, yaitu: sekitar 4 sampai dengan 7 jam untuk melakukan proses stock opname inventaris dalam sebuah bisnis. Pilihlah waktu yang paling pas untuk melakukannya, karena semakin besar jumlah inventaris yang ada, maka akan menjadi semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses stock opname tersebut.

Biasanya, stock opname akan dilakukan pada saat sebuah bisnis restoran sedang tidak beroperasi, misalnya pada waktu pagi hari sebelum restoran buka, atau diwaktu malam hari setelah restoran sudah tutup. Jika bisnis restoran memiliki hari libur yang teratur, misalnya 1 minggu sekali, maka proses untuk stock opname menjadi lebih baik dilakukan pada saat tiba waktu libur restoran. Jangan melakukan stock opname pada jam-jam operasional restoran. Selain akan berpotensi untuk mengganggu keberlangsungan operasional, maka kesalahan perhitungan barang-barang persediaan inventaris juga menjadi sangat rentan terjadi.

2. Melakukan Stock Opname secara rutin.

Hal lain yang masih perlu untuk lebih diperhatikan lagi dalam hal melakukan stock opname adalah jadwal kegiatan dari stock opname tersebut. Stock opname menjadi sangat perlu untuk dijadwalkan, lalu dilakukan secara berkala dan rutin. Sebagian seorang pemilik bisnis mengadakan stock opname setiap setahun sekali atau bahkan ada yang mengadakannya dalam waktu 4 bulan sekali. Dengan cara menjadwalkan stock opname secara rutin, maka Anda akan menjadi lebih mudah untuk menghindari adanya kemungkinan untuk terjadinya kerugian atau selisih barang pada stock Anda.

3. Mengelompokkan persediaan-persediaan yang akan Anda analisa.

Lakukan pengelompokkan terhadap persediaan di gudang berdasarkan dari kategori masing-masing produk itu sendiri. Salah satu strateginya adalah Anda dapat mengatur barang yang pertama masuk harus diletakkan pada posisi yang lebih mudah diambil. Pengelompokkan persediaan barang dengan prinsip seperti ini lebih dikenal dengan sebutan First In First Out atau metode FIFO, atau bisa juga pengelompokkan produk yang diletakkan berdasarkan yang paling laris saja. Keuntungan dari pengelompokkan seperti ini adalah untuk menghindari terjadinya kerusakan persediaan, sekaligus untuk semakin mempermudah dari proses stock opname itu sendiri.

4. Melakukan pembagian pendelegasian tugas, menggunakan daftar dari masing-masing nama persediaannya.

Lakukan pembagian tugas dalam proses stock opname kepada setiap masing-masing karyawan dalam beberapa kelompok untuk melakukan penghitungan persediaan. Misalnya, bagilah kelompok dari beberapa karyawan, lalu lakukan perhitungan ke beberapa lokasi yang berbeda-beda. Untuk menghindari penulisan nama yang keliru, maka berilah daftar nama inventaris kepada setiap masing-masing karyawan yang bertugas untuk melakukan pencatatan. Anda dapat meminta karyawan Anda untuk bertanya terlebih dahulu jika ada barang yang tidak mereka kenali, agar tidak sampai salah dalam melakukan pencatatan. Anda juga dapat memberikan form pengisian stock opname kepada setiap karyawan yang bertugas untuk mencatat, agar tidak sampai keliru dan lebih rapi dalam hal melakukan pencatatan. Penggunaan daftar nama persediaan juga dapat menghindari terjadinya potensi kesalahan input data persediaan double.

5. Lakukan proses Stock Opname dengan lebih teliti.

Jangan hanya mengestimasi, pastikan juga bahwa Anda memang telah melakukan perhitungan fisik terhadap seluruh persediaan yang masih ada di gudang. Jika memang barang-barang tersebut masih berada didalam kardus, maka cek satu per satu kardus tersebut, baik dari merk, kualitas, maupun kuantitasnya. Pastikan agar seluruh persediaan sudah sesuai dengan kondisi dan kuantitas yang memang seharusnya.

6. Lakukan penginputan terhadap hasil dari Stock Opname ke dalam Komputer.

Sistem komputerisasi akan sangat membantu Anda dalam menjaga data-data penting agar tidak sampai hilang. Dengan cara mengetahui jumlah fisik dari barang-barang yang sebenarnya, maka Anda akan dapat mengetahui berapa banyak jumlah barang-barang inventaris yang harus diganti, baik karena hilang, pecah, maupun yang telah rusak. Biasakan untuk selalu melakukan penginputan data-data persediaan ke dalam komputer. Hal seperti ini akan menjadi sangat berguna dalam bidang administrasi, meskipun misalnya sistem yang masih ada di bisnis Anda terbilang sangat tradisional.

7. Memanfaatkan Software POS.

Cara yang paling praktis lainnya agar semakin lebih memudahkan perhitungan persediaan barang, adalah dengan menggunakan bantuan dari software POS. Jika Anda menggunakan sebuah software POS, maka proses stock opname akan terasa jauh lebih efektif dan praktis.

Semoga bermanfaat. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya

SEPUTAR ASET TETAP (JENIS, DEPRESIASI, DAN FUNGSI PENTING DARI ASSET TETAP)

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan sedikit  berbagi Informasi tentang Asset Tetap (Fixet Asset). Berikut dibawah ini merupakan penjelasan seputar Asset tetap yang masih dimiliki oleh perusahaan.

Aset tetap merupakan asset berwujud yang masih dimiliki oleh perusahaan dan akan digunakan untuk segala kegiatan operasional untuk mendapatkan pendapatan/pemasukan. sebuah harta yang diklasifikasikan sebagai asset tetap jika dalam periode berjalan manajemen sama sekali tidak ada rencana untuk dijual atau dikonversikan untuk menjadi kas. seperticontoh dari asset tetap adalah :

• Bangunan (Property).
• Mesin-mesin produksi pabrik (Plant).
• Berbagai perlengkapan dan peralatan (Equipment).
• PPE biasa disebut juga dengan capital aset.

Neraca perusahaan yang terdiri dari aset (Asset), kewajiban(liabiliti), dan ekuitas (equity). Aset sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu asset lancar dan asset tidak lancar. Cara untuk mengklasifikasinya berdasarkan pada estimasi kebermanfaatannya. Maka asset yang dirasa paling  bermanfaat akan dicatat paling atas dan secara berurutan menurun ke bawah.

Aset tidak lancar yang terkait dengan property yang masih dimiliki dan tidak mudah untuk dikonversikan ke dalam uang tunai. Maka asset tersebut dapat dikategorikan sebagai asset tetap (Fix asset), aset yang tidak berwujud (Intangible Aaset), asset untuk jangka panjang (Long term aset) dan uang muka pembelian asset (Deferred Charges).

Deferred charged hampir sama seperti prepaid expense yang terdapat pada asset lancar, perbedaannya terletak pada prepaid expense yaitu berupa beban yang dibayar dimuka yang manfaatnya kurang lebih hampir sama dengan satu tahun, sementara Deferred Charged biaya yang dibayar dimuka dan masa manfaatnya lebih dari satu tahun.

Asset tetap yang sudah dibeli untuk proses produksi atau penyedia barang-barang atau jasa, seperti halnya persewan kepada pihak ketiga, atau untuk digunakan di dalam organisasi. Pada intinya asset tetap adalah berupa asset yang tidak dijual atau nilai manfaatnya sama sekali tidak dikonsumsi semua dalam masa satu tahun. Pada dasarnya asset tetap memilki bentuk  dan disajikan pada laporan Neraca sebagai PPE.

Penambahan asset maupun pengurangan asset akan tercatat pada laporan arus kas, khususnya pada arus kas dari tingkat aktifitas investasi. Asset tetap yang sudah dibeli akan nampak pada arus kas keluarnya, sementara untuk asset yang sudah dijual akan nampak pada arus kas masuknya.

Seandainya nilai yang sudah tersaji pada laporan keuangan dibawah nilai bukunya, maka hal tersebut adalah disebabkan karena item dari asset tersebut menjadi penilaian kembali dari asset tetap. Itu artinya nilai yang sudah teraji di dalam laporan keuangan telah disesuaikan untuk mencerminkan harga sesungguhnya dari pasar.

Ketika asset tetap telah mencapai batas akhir dari masa manfaatnya, maka biasanya perusahaan akan membuangnya dari daftar (Disposal) dengan cara menjualnya berdasarkan dari nilai sisa dari asset tersebut. Nilai sisa (residual value) yang telah didasarkan pada asumsi pihak manajemen. Seandainya asset tersebut telah usang dan modelnya sudah mulai ketinggalan jaman, maka pihak manajemen dapat mendisposal item aset tersebut tanpa harus memperhatikan pengembalian manfaatnya. Selain itu jika perusahaan sudah tidak lagi menggunakan aset tetap tersebut tanpa harus menunggu sampai mencapai masa manfaatnya habis, maka perusahaan akan dapat langsung mendispose item asset tersebut.

Asset-asset yahg sudah termasuk dalam kategori asset tidak berwujud adalah merek dagang dan patens. Aset tetap dapat berwujud dalam bentuk bangunan, peralatan komputer, perangkat lunak, furniture, tanah, mesin-mesin produksi pabrik dan juga kendaraan. Seandainya, sebuah perusahan telah menjual barang-barang produksi, kemudian barang tersebut dikirim menggunakan truk. Maka truk yang digunakan operasionalnya dan mampu menghasilkan profit akan dicatat oleh perusahan sebagai sebuah asset.

Ha ini juga akan berlaku pada sebuah entitas yang sudah mengiyakan lahan parkir, maka lahan parkir tersebut berfungsi sebagai pendukung utama dari kegiatan operasional perusahaan dan mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Dengan demikian, maka lahan parkir tersebut bisa di kategorikan sebagai asset tetap.

Perlu juga diketahui bahwa sebuah aset tetap, meskipun harus memiliki bentuk tetap. Akan tetapi beberapa aset tetap masih dapat dipindahkan seperti furniture dan berbagai peralatan komputer lainnya.

Depresiasi Dalam Asset Tetap

Setiap tahunnya aset tetap akan menjadi semakin berkurang nilai ekonomisnya. hal ini disebabkan karena asset tersebut memang berkontribusi terhadap pembentukan laba dan setiap perusahaan memiliki treatmentnya sendiri dalam hal menentukan sejauh mana akan menggunakan aset tersebut.

Sama halnya seperti asset tetap, asset tidak berwujud juga bisa di match kan dengan pendapatan sehingga setiap tahun nilainya akan menjadi semakin berkurang. Istilah untuk pemanfaatan nilai ekonomis dari asset tetap tersebut, yaitu depresiasi sementara untuk aset tidak berwujud dinamakan dengan amortisasi.

Setiap asset, baik itu adalah asset tetap maupun asset tidak berwujud nilai bukunya akan menjadi semakin berkurang sepanjang tahun sebesar estimasi dari nilai yang telah ditetapkan. Nilai dari asset yang sudah tersaji pada laporan keuangan merupakan sebuah nilai perolehan dari asset setelah dikurangi dengan nilai penyusutan, biasanya lebih sering disebut dengan nilai buku (Book value).

Apa Pentingnya Asset Tetap Bagi Perusahaan?

Informasi dari asset tetap akan dapat membantu ketepatan dari pelaporan kinerja keuangan perusahaan, penilaian bisnis, dan juga analisis bisnis. Berdasarkan pada Informasi yang telah disajikan dalam laporan keuangan akan sangat menentukan apakah investor akan membeli saham dari perusahana atau kreditur akan memberikan pinjaman dana kepada perusahaan atau tidak.

Para pengguna ekternal juga merasa perlu untuk memahami tentang bagaimana perlakuan akuntansi atas akun-akun yang telah disajikan dengan cara membaca catatan atas laporan keuangan. Misalnya berupa perlakuan atas pengakuan set, penentuan nilai depresiasi, penentuan masa manfaat, atau berupa metode penghapusan asset tetap yang semuanya akan diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Bagi sebuah industri padat modal, keberadaan asset tetap akan memegang peranan yang lebih penting dalam segala kegiatan operasional perusahaan. Jenis perindustrian padat modal seperti ini layaknya perusahaan manufaktur yang memang membutuhkan bentuk investasi yang lebih besar pada pengadaan PPE. Ketika sebuah entitas bisnis menunjukan aliran kas keluar yang lebih besar pada akun asset, hal tersebut mungkin saja akan dapat diartikan bahwa perusahaan memang sedang dalam masa pertumbuhan (Start up).

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan tentang Aset tetap. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang asset tetap ini, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

ANGGARAN-ANGGARAN YANG TERMASUK KE DALAM BAGIAN DARI ANGGARAN INDUK (KEUANGAN) PERUSAHAAN

Kali ini praktisi program pembukuan dan akuntansi akan kembali menjelaskan sedikit informasi tentang anggaran induk perusahaan. Pada kesempatan yang sebelumnya kami sudah menyinggung tentang anggaran operasional. Berdasarkan pada pengelompokan dari jenis-jenisnya yaitu dibedakan atas anggaran operasional dan anggaran keuangan. Maka selanjutnya pada artikel kali ini adalah membahas tentang anggaran keuangan perusahaan.

Anggaran keuangan yang berisikan tentang berbagai informasi atas proyeksi-proyeksi laporan laba-rugi, Laporan Neraca, serta dari laporan kas masuk dan juga dari kas keluar. Oleh karena alasan itulah, maka Anggaran Keuangan seringkali disebut juga sebagai Budget Neraca (Balance Sheet Budget). Anggaran Keuangan merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu perusahaan, karena memperlihatkan adanya harapan dari arus kas dan posisi keuangan yang sudah digerakan oleh berbagai kegiatan-kegiatan dari sebuah usaha yang serba terencana dengan baik.
Anggaran keuangan yang terdiri dari angaran kas, anggaran laba rugi dan juga anggaran Neraca.

1. Anggaran kas.

Anggaran kas merupakan bentuk proyeksi dari laporan jumlah kas yang nanti akan diterima dan yang nantinya akan digunakan. Tujuannya adalah agar penggunaan dana kas bisa menjadi lebih efisien dan serba terkendali, selain dari tingkat estimasi keuangan untuk jangka pendek. Tujuan utama di dalam penyusunan anggaran dari kas ini adalah untuk merencanakan atau menentukan kegiatan operasional perusahaan sebagai salah satu dasar untuk menentukan tingkat optimalisasi kas dimasa yang akan datang.

Aliran dana kas yang telah masuk dapat berasal dari:
• Penjualan tunai.
• Penagihan dari piutang-piutang.
• Penerimaan-penerimaan lain (bunga dan dividen).
• Penjualan aktiva dan.
• Pinjaman.

Aliran dana kas keluar dapat berasal dari:
• Pembelian bahan baku.
• Pembayaran upah tenaga kerja.
• Macam-macam biaya (biaya sewa, listrik, dan telepon).
• Biaya expansi.

2. Anggaran Rugi-Laba.

Salah satu bagian dari laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan pada satu periode akuntansi dan yang bertujuan untuk menjabarkan unsur-unsur dari pendapatan dan beban/biaya perusahaan sehingga akan menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih bagi perusahaan.

3. Anggaran Neraca.

Laporan yang berisikan tentang harta, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu. Harta yang nantinya akan disajikan dalam neraca akan disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta tersebut dapat dirubah menjadi uang kas. Sedangkan hutang yang disusun berdasarkan dari waktu pembayaran. Dan modal yang disusun berdasarkan tingkat kekekalan atau lamanya bertahan dalam internal organisasi perusahaan.

Anggaran Neraca dapat terbagi menjadi beberapa macam bagian yaitu :

• Anggaran piutang.

Anggaran piutang merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan serta adanya perubahan-perubahan dari waktu ke waktu selama periode mendatang. Anggaran piutang yang dibentuk berdasarkan pada anggaran penjualan. Tentunya penjualan yang akan dilakukan secara kredit dan dengan beberapa syarat-syarat tertentu. Tujuan dari dibentuknya anggaran ini adalah untuk penyusunan anggaran kas, karena piutang yang tidak tertagih akan semakin menambah kas.

• Anggaran hutang.

Anggaran hutang adalah berupa anggaran yang bertujuan untuk merencanakan secara tersistematis dan lebih terperinci tentang jumlah hutang beserta dengan berbagai perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu atau dari bulan ke bulan selama periode tertentu yang akan datang. Anggaran hutang yang disusun berdasarkan pada pembelian-pembelian yang dilakukan secara kredit dan besarnya bunga pinjaman yang juga ikut menyertainya. Tujuan dari dibentuknya anggaran ini adalah sebagai pendukung utama dari anggaran kas karena pembayaran hutang akan menyebabkan adanya pengeluaran kas.

• Anggaran modal.

Anngaran-anggaran untuk penambahan modal pada dasarnya akan disusun berdasarkan dari kekekalan yang masih dimiliki oleh perusahaan.

• Anggaran penyusutan aktiva.

Anggaran penyusutan yang perlu untuk disusun secara khusus oleh perusahaan, karena aktiva tetap yang masih dimiliki oleh perusahaan lebih dari satu, usia dari setiap masing-masing aktiva tetap juga berlainan dan untuk metode perhitungan penyusustan dari masing-masing aktiva tetap juga berlainan

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang anggaran induk (keuangan) perusahaan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan-pembenahan dalam hal Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top