Tag: Persiapan laporan akhir tahun

LAPORAN DAN DATA-DATA LAPORAN PERUSAHAAN YANG HARUS DIPERSIAPKAN MENJELANG AKHIR TAHUN

Sebenarnya untuk sebuah perusahaan, laporan apa saja yang seharusnya disiapkan setiap periode (akhir tahun)? Setidaknya terdapat beberapa laporan yang menjadi bagian dari laporan keuangan utama yang segera harus disiapkan. Laporan keuangan merupakan suatu laporan yang menunjukkan tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu (untuk neraca dan laporan laba rugi).

Data-data yang harus ditampilkan dari laporan keuangan merupakan kombinasi dari beberapa hal berikut, yaitu:

1. Recorded fact (Fakta yang sudah dicatat).
2. Accounting convention and postulate (Prinsip-prinsip dalam akuntansi).
3. Personal Judment (Pendapat Pribadi).

Pemeriksaan terhadap laporan keuangan dapat dilakukan yang oleh:

1. Internal accounting perusahaan.
2. Akuntan publik yang sudah mendapatkan izin. Akuntan public akan memberikan penilaian setelah meneliti dengan standar dan prosedur pemeriksaan yang lazim dilakukan. Pendapat yang diutarakan adalah bisa wajar atau tidak wajar yang nantinya akan diberikan jika laporan keuangan yang selesai disusun sudah benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun oleh perusahaan.

Pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan adalah:

• Pemilik, untuk melihat bagaimana perkembangan perusahaan serta berapa besar bagian deviden yang nanti akan diperolehnya.
• Manajemen, untuk menilai bagaimana kinerjanya perusahaan selama periode tertentu.
• Kreditur, untuk menilai bagaimana kelayakan perusahaan dalam memperoleh pinjaman dan kemampuannya dalam membayar pinjaman tersebut.
• Pemerintah, untuk menilai bagaimana kepatuhan perusahaan untuk membayar kewajibannya terhadap pemerintah.
• Investor, untuk menilai bagaimana prospek dari usaha untuk ke depannya, apakah mampu memberikan deviden dan nilai saham seperti yang diinginkan atau tidak.

Berikut ini beberapa jenis yang sering dipublikasi oleh pemilik entitas

Laporan-Laporan yang Menjadi Bagian dari Laporan Keuangan:

1. Balance sheet (Laporan Neraca).

Merupakan laporan yang menunjukkan tentang jumlah aktiva (harta), kewajiban (hutang), dan modal perusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu.

Informasi yang disajikan dalam neraca adalah:
• Jenis-Jenis Aktiva (Assets).
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis aktiva.
• Jenis-jenis kewajiban (liability).
• Jumlah Rupiah dari setiap masing-masing jenis kewajiban.
• Jenis-jenis modal (Equity).
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis modal.

Persamaan neraca diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Aktiva = Kewajiban + Modal
Bentuk Neraca terdiri dari dua macam model, yaitu:
• Report Form (Bentuk Laporan atau vertikal).
• Account Form (Bentuk Skontro atau Horisontal).

2. Income Statement (Laporan Laba Rugi).

Merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang menunjukkan bagaimana kondisi pendapatan vs biaya dalam suatu periode tertentu yang menampilkan jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan, sehingga akan dapat diketahui apakah perusahaan sedang dalam keadaan laba ataukan sedang merugi.
Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi meliputi :

• Jenis-jenis pendapatan yang diperoleh dalam suatu periode tertentu.
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis pendapatan.
• Jumlah dari keseluruhan pendapatan usaha.
• Jenis-jenis biaya atau beban dalam suatu periode tertentu.
• Jumlah rupiah dari masing-masing biaya atau beban.
• Jumlah keseluruhan dari biaya yang dikeluarkan.

Hasil dari usaha yang diperoleh dengan cara mengurangi jumlah pendapatan dan biaya maka selisihanya di sebut dengan laba atau rugi. Laporan Laba Rugi dapat disusun ke dalam dua bentuk, yaitu:

1. Single Step (Bentuk Tunggal).
2. Multiple Step (Bentuk Majemuk).

3. Laporan Perubahan Modal.

Menunjukkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini serta sebab-sebab berubahnya modal. Informasi yang diberikan dalam laporan perubahan modal meliputi:

1. Jenis-jenis dan jumlah modal yang sudah ada saat ini.
2. Jumlah setiap rupiah dari tiap jenis modal.
3. Jumlah rupiah dari modal yang telah berubah.
4. Sebab-sebab berubahnya modal usaha.
5. Jumlah rupiah dari modal sesudah terjadi perubahan.

4. Cash Flow (Laporan Arus Kas).

Merupakan laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan juga arus kas keluar (biaya-biaya).

5. Laporan Catatan atas laporan keuangan.

Adalah laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang telah disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap sanga perlu atas adanya laporan keuangan yang ada, sehingga menjadi lebih jelas sebab dan penyebabnya.

Tujuan dan Manfaat dari Analisis Laporan Keuangan adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu.
2. Untuk mengetahui apa saja kelemahan-kelemahan perusahaan selama ini.
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan.
4. Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja agar bisa dilakukan perbaikan dalam penilaian kinerja manajemen perusahaan.

Langkah yang harus dilakukan dalam analisis keuangan adalah sebagai berikut:

1. Mengumpulkan Laporan Keuangan dan data-data yang masih diperlukan dengan selengkap mungkin.
2. Melakukan pengukuran-pengukuran formula tertentu.
3. Melakukan interprestasi terhadap hasil perhitungan dan pengukurannya.
4. Membuat Laporan tentang bagaimana posisi keuangan perusahaan saat ini.
5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil dari analisis tersebut.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top