Tag: Praktisi software

ARTI PENTINGNYA PENGEMBANGAN JALUR KARIR (CAREER PATH) BAGI PERUSAHAAN DAN KARYAWAN YANG BERSANGKUTAN

Pengembangan karir bagi para karyawan di perusahaan memang sangat penting untuk dilakukan, sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong motivasi kerja dari karyawan itu sendiri. Jenjang karir yang lebih jelas tentu saja akan dapat menjadikan karyawan semakin mengetahui tentang bagaimana sebuah perusahaan dalam menghargai kinerja mereka untuk kurun waktu tertentu. Namun sayangnya, dan implementor software akuntansi sendiri menyadari bahwa beberapa dari perusahaan-perusahaan di Indonesia masih ada yang cenderung terlalu mengabaikan betapa pentingnya pengembangan career path (jalur karir) bagi karyawannya sendiri seperti ini.

Dalam praktek sebenarnya, pengembangan karir juga masih belum memiliki mekanisme yang lebih transparan, sehingga semakin banyak diantara para karyawan yang sudah dimutasikan namun tidak berdasarkan dari jalur karir yang sebenarnya belum benar-benar sesuai dengan kesepakatan. Akan tetapi sebaliknya, para karyawan justru hanya malah mengikuti selembar kertas putih yang bertuliskan Surat Keputusan dari pihak direksi maupun pimpinan yang berwenang. Padahal, untuk pengembangan career path yang dilakukan secara internal dan berjenjang seperti ini dapat semakin mengoptimalkan talenta-talenta muda yang sebelumnya sudah ada diperusahaan.

Misalnya, jika seorang karyawan sejak dari awal sudah mendaftar dalam program management development program (program pengembangan manajemen), biasanya jenjang karir yang harus dilaluinya akan lebih mempersiapkan dirinya untuk masuk ke dalam jajaran manajemen internal perusahaan. Namun, jika dulunya langsung melamar pekerjaan pada posisi tertentu, maka karirnya akan menjadi naik sesuai dengan alur dari jabatan tersebut. Sebagai contoh, jika sejak dari awal dia sudah melamar sebagai junior writer (penulis junior)  di perusahaan media digital, maka dia masih memiliki kesempatan untuk naik jabatan menjadi senior writer, junior editor, senior editor, sampai dengan head of editorial.

1. Memahami career path dari setiap masing-masing karyawan dengan lebih baik.

Career path (jenjang karir) didefinisikan sebagai satu rangkaian posisi yang harus dilalui oleh setiap masing-masing karyawan untuk mencapai tingkatan posisi tertentu yang lebih tinggi pada internal perusahaan. Biasanya, career path ini disusun berdasarkan profil dari kompetensi posisi  yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjabat suatu posisi tertentu.

Jenjang karir yang diharapkan oleh para karyawan biasanya berkembang secara vertikal dan bergerak dari bawah menuju ke atas. Misalnya, memulai bekerja pada usia 21 tahun sebagai fresh graduate, kemudian mengikuti peraturan dan berbagai persyaratan kompetensi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Barulah kemudian mereka dapat menerima promosi jabatan dan adanya penyesuaian remunerasi dan pensiun pada posisi puncak di perusahaan.

2. Mendiskusikan rencana karir dan jenjang karir secara lebih terbuka.

Pengembangan karir untuk karyawan pada dasarnya bukanlah tanggungjawab perusahaan atau atasan, namun justru adalah tanggungjawab dari si karyawan itu sendiri. Karena jenjang karir yang masih ada di perusahaan yang nantinya akan dia dapatkan juga masih bergantung pada bagaimana kompetensi dari karyawan itu sendiri. Karena itulah, menjadi sangat penting bagi Anda dan karyawan yang bersangkutan untuk selalu berdiskusi dengan lebih terbuka tentang perencanaan karir yang diinginkan, serta jenjang karir yang sudah tersedia saat ini.

Setidaknya Anda dapat menginformasikan terhadap para karyawan tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan dalam hal pengembangan karir yang sudah ada di perusahaan. Mintalah para karyawan tersebut untuk mempertimbangkan tentang pilihannya untuk berusaha terus berkembang dalam perusahaan. Pertimbangkan pula tentang bagaimana karyawan tersebut ingin melihat kemajuan karirnya dalam perusahaan.

3. Manfaat pengembangan karir bagi perusahaan dan karyawan.

Seperti yang sudah dijelaskan sejak dari awal artikel ini, bahwa pengembangan karir dapat menjadikan para karyawan menjadi semakin lebih termotivasi dalam meningkatkan kinerja mereka. Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki dirinya sendiri. Dari perbaikan tersebut, karyawan akan menjadi semakin lebih mengenal passionnya dengan lebih baik. Perusahaanpun menjadi lebih mudah dalam melakukan mapping karyawan yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Karyawan yang mampu dalam mengembangkan karirnya sendiri dengan lebih baik secara otomatis akan berhubungan langsung dengan orang-orang baru pada level yang sama pada perusahaan lain.  Dengan demikian, maka mereka dapat saling bertukar pikiran atau saling berdiskusi dalam pengembangan kerja sama dari bisnis perusahaan. Program pengembangan karir karyawan memiliki dampak untuk jangka panjang dalam memberikan efektivitas kerja bagi perusahaan.

4. Menekan biaya pelatihan SDM.

Dengan cara melakukan pengembangan karir karyawan, maka tentu saja kualitasnyapun akan menjadi semakin meningkat. Tentu saja, peningkatan seperti ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Karena, setiap karyawan yang telah memperoleh pelatihan serta mengikuti semua seminar dan workshop akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru. Pengetahuan seperti inilah yang harus bisa diimplementasikan bagi perusahaan.

Implementasi tersebut dapat dilakukan oleh fasilitator internal perusahaan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Bayangkan saja, jika perusahaan Anda mengirimkan dua orang karyawan terbaiknya dan mengajarkannya kembali kepada seluruh karyawan lainnya, maka hal ini tentu saja akan dapat secara lebih efektif semakin menekan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk pengembangan SDM nya, bukan?

5. Suasana kerja yang semakin menjadi lebih sehat dari sebelumnya.

Karyawan yang sudah diberikan kesempatan agar dapat menaiki jenjang karir yang lebih baik akan melihat hal tersebut sebagai sebuah bentuk jaminan tenang kesejahteraan yang nantinya akan diberikan oleh perusahaan kepadanya. Jika setiap individu di perusahaan Anda merasa sudah puas, maka suasana kerja akan menjadi semakin lebih sehat dan lebih kondusif. Dan tentu saja hal seperti ini akan menjadikan perusahaan semakin lebih mudah dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ada.

Pengelolaan career path yang baik berguna juga untuk mempengaruhi kelancaran bisnis, karena posisi yang tersedia dapat juga diisi oleh karyawan dengan kompetensi terbaiknya dan yang paling sesuai. Karena itulah, pengembangan karir juga harus terus dilakukan secara berkala. Dalam hal pengembangan career path bagi karyawan tentu saja perusahaan juga membutuhkan adanya sumber-sumber pengelolaan database HR yang lebih maksimal. Melalui penggunaan software HR dan Payroll, maka perusahaan akan dapat melakukan proses otomatisasi dalam banyak hal, mulai dari proses direktori karyawan sampai dengan urusan promosi dan mutasi karyawan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, layanan dari software HR dan Payroll juga lebih memungkinkan bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan memperpanjang masa kontrak kerja dengan semakin lebih mudah.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PROSEDUR-PROSEDUR TENTANG BAGAIMANA CARANYA DALAM MELAKUKAN OPNAME/PEMERIKSAAN PIUTANG PERUSAHAAN

Pada kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit membahas tentang pemeriksaan piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Opname Piutang. Sebelum kita membahas tentang bagaimana dalam prosedur pemeriksaan piutang, maka terlebih dahulu kita akan mempelajari tentang beberapa kasus piutang yang tidak tertagih serta apa saja kerugian yang diakibatkan darinya.

1. Kasus Pertama antara PT. Bank Mandiri Tbk dengan PT. Tirta Amarta Bottling.

PT. Bank Mandiri Tbk telah mengakui bahwa besarnya kerugian piutang sebesar Rp 1.47 triliun. Kerugian tersebut disebabkan karena Bank telah memberikan kredit kepada PT. Tirta Amarta Bottling, produsen air minum merek Viro. Corporate stratagy PT. Bank Mandiri Tbk (persero) Rohan Hafas menjelaskan bahwa begitu besarnya kerugian negara yang sudah ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus kredit macet tersebut yang terdiri dari nilai kredit beserta dengan bunga dan sekaligus dendanya.

Kasus ini sudah sampai dikejaksaan agung. Setelah berbagai pemeriksaan yang dilakukan, maka kejaksaan telah menetapkan setidaknya ada lima orang yang menjadi tersangka. Satu diantaranya adalah direktur Tirta, Amarta Rony Tedy dan empat lainnya dari pihak pegawai Bank Mandiri.

2. Kasus kedua antara PT. Bank Mandiri Tbk dengan PT. Central Steel Indonesia.

Pada bulan Januari tahun 2018 lalu, dilakukan sidang atas kasus tentang penyalahgunaan dana kredit oleh PT. Bank Mandiri (persero) Tbk kepada PT. Cenral Steel Indonesia (CSI). Setelah sidang usai, maka terdakwa dari pihak CSI memberikan keterangan bahwa para pemegang saham juga harus bertanggungjawab atas kasus tersebut. Para pemegang saham juga turut terlibat dalam semua keputusan yang telah diambil oleh terdakwa. Karena para pemegang saham juga ikut menikmati kredit macet dari bank Mandiri tersebut. Faktor utama yang sudah menyebabkan terjadinya kredit macet adalah karena para pemegang saham tidak terlalu peduli dengan bagaimana keadaan perusahaan yang sebenarnya.

Pihak manajemen sendiri sudah memberikan warning keras sebelum manajemen memutuskan sudah terjadi pailit/krisis keuangan. Manajemen memberitahukan kepada para pemegang saham, bahwa perusahaan saat ini sedang mengalami kesulitan dana keuangan. Pihak manajemen sendiri juga pernah meminta agar para pemegang saham bersedia untuk mengembalikan dana kepada perusahaan, namun sama sekali tidak pernah ditanggapi oleh mereka. Seandainya para pemegang saham tersebut bersedia untuk mengembalikan dananya kepada perusahaan, maka mungkin saja pihak manajemen tidak akan menetapkan telah terjadi kebangkrutan, yang sudah diakui oleh terdakwa.

Kebijakan selanjutnya yang dilakukan oleh Bank Mandiri adalah dengan menggunakan dananya untuk membayarkan hutang, membeli saham dan pembagian deviden. Padahal dana yang sudah diberikan oleh pihak Bank untuk Investasi dan modal kerja. Namun dari pihak penuntut umum malah menyatakan bahwa memang terdakwa sudah tidak termasuk lagi ke dalam salah satu sebagai para pemegang saham perusahaan, namun seluruh urusan keuangan masih dilakukan oleh terdakwa, mulai dari seleksi keuangan dan lain sebagainya.

Dari kedua kasus tersebut seperti diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya piutang yang tak tertagih juga tidak bisa terlepaskan dari adanya campur tangan dari pihak internal manajemen perusahaan. Pengendalian secara internal perusahaan juga tidak dijalankan dengan baik, sehingga menyebabkan adanya sedikit celah yang sudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan menyebabkan terjadinya kerugian yang lebih besar bagi perusahan. Selain itu, kekuatan dari para pemegang saham juga masih sangat berpengaruh besar kepada pengambilan keputusan pihak manajemen. Akan tetapi sebesar apapun tekanan dari pihak-pihak pemegang saham jika berpotensi besar untuk menyebabkan kerugian bagi perusahaan tetap tidak boleh dibenarkan. Dan akhirnya kedua terdakwa diancam telah melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi. Keduanya diancam pidana selama 5 tahun penjara karena telah melakukan penyimpangan dana dari salah satu Bank milik BUMN.

Meskipun kasus yang sudah dicontohkan seperti diatas merupakan kasus yang harus dialami oleh bank, namun untuk kasus diatas dapat kita jadikan sebagai suatu pendekatan permasalahan. Baik itu adalah Bank maupun jenis perusahaan dagang, keduanya masih tetap sama-sama memiliki resiko besar pada piutang tidak tertagihnya.

Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kasus-kasus diatas, maka pihak yang sudah terlibat dan tentu akibatnya adalah sekarang kita akan memasuki bagaimana prosedur dari pemeriksaan piutang tersebut.

1. Siapkan data-data Penjualan yang nantinya akan diperiksa. Misalnya data dalam satu periode (bulanan).
2. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah prosedur untuk menilai tentang kebenaran dari saldo. Pertama-tama harus kita cocokan terlebih dahulu saldo akhir antara data penjualan dengan saldo akhir yang sudah tercantum pada buku  besar, jika terdapat adanya selisih, maka langsung buat jurnal koreksinya.
3. Pisahkan antara data-data penjualan tunai dengan penjualan kredit. Kemudian, Periksalah penjualan yang sudah dilakukan secara kredit, karena kita hanya akan lebih berfokus pada kebenaran dari penyajian saldo piutang atau penjualan kreditnya.
4. Setelah kita benar-benar mengetahui jumlah saldo pasti dari piutang yang nanti akan diperiksa, telusuri ke bukti dasar dengan cara memeriksa setiap penjualan kredit ke faktur-faktur penjualan.
5. Untuk memastikan bahwa kebenaran piutang dengan cara yang lain, dapat dilakukan dengan mengkonfirmasi piutang. Namun lakukan hanya pada jenis piutang dengan nilai yang cukup material atau yang memang dianggap mencurigakan, karena jika memeriksa semuanya, maka tidak akan cukup waktunya. Besarnya nilai dari materialitas ditentukan sebelum proses pemeriksaan atau dapat dirubah pada saat proses pemeriksaan yang tergantung pada bagaimana kebijakan manajemen.
6. Konfirmasi yang dapat dilakukan terdapat tiga macam cara, yaitu:

• konfirmasi positif.

Artinya: pihak debitur akan diminta untuk memberikan pernyataan bahwa saldo yang sudah teracantum pada surat konfirmasi sudah benar.

• Konfirmasi negatif.

Artinya adalah debitur akan diminta untuk memberikan respon hanya jika tidak setuju dengan jumlah saldo yang sudah ditanyakan.

• Konfirmasi kosong.

Artinya adalah pihak debitur akan diminta untuk mengisi jumlah saldo yang sudah terutang atau mengisi informasi lainnya.

7. Setelah nilai besarnya piutang sudah sesuai dengan buku besar, maka selanjutnya lakukan analisis pengendalian internalnya. Caranya adalah dengan menghitung persentase piutang yang terlambat (Account Payable Over due). Artinya adalah piutang tersebut telah melebihi batas tanggal jatuh temponya dan harus sudah dilunasi.
8. Perhatikan nilai besarnya persentase tersebut, perhatikan juga batasan yang dapat ditoleransi. Biasanya tercantuk di dalam Key Performa Index (KPI). Laporkan kepada pihak manajemen jika memang sudah terbukti banyak debitur yang melebihi tanggal jatuh temponya.
9. Bandingkan presentase AR overdue periode berjalan dengan periode lalu. Waspadalah Jika sedang mengalami kenaikan.
10. Identifikasikan pelanggan yang seringkali terlambat dalam membayar piutang, Teruskan informasi tersebut kepada pihak manajemen agar segera dilakukan pengendalian pada proses persetujuannya.
11. Identifikasi nilai dari overdue setiap pelanggan, apakah telah melebihi plafon kredit yang telah ditetapkan. Jika total dari nilai piutang pelanggan tersebut malah melebihi plafon yang telah ditetapkan, maka periksalah bagian aprovalnya dan cari tahulah alasan mengapa disetujuinya penjualan kredit tersebut dan mengapa besarnya piutang yang masih belum terbayarkan (hampir/telah) mencapai batas kredit.
12. Jika nilai overdue pelanggan sudah mencapai/melebihi batas dari plafon kedit, maka segera teruskan informasi tersebut kepada pihak manajemen agar manajemen dapat melakukan tindakan selanjutnya. Seperti menahan pengiriman barang sebelum membayar sebagian piutangnya yang lalu.

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang bagaimana prosedur-prosedur dalam melakukan pemeriksaan/opname piutang perusahaan. Terimakasih dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya (IRW).  Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana prosedur dalam proses opname/pemeriksaan piutang dan membutuhkan konsultasi dalam bidang manajemen piutang para pembaca sekalian dapat menghubungi di: groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

TIPS HR: PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKUKAN PROGRAM ROTASI PEKERJAAN KARYAWAN

Dalam mempertahankan karyawan perusahaan, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun tidak terkecuali dengan adanya program rotasi pekerjaan karyawan. Menurut Anda mengapa bisa demikian? Karena rotasi pekerjaan karyawan tentunya dapat menjadikan karyawan Anda akan mendapatkan kesempatan yang mungkin saja sangat ia inginkan. Lalu bagaimana caranya untuk merotasi pekerjaan karyawan ini? Berikut ini adalah beberapa tips dari konsultan manajemen HRD untuk Anda para praktisi HRD dan personalia sekalian:

• Pengertian dari rotasi pekerjaan.

Rotasi pekerjaan merupakan strategi untuk menukarkan pekerjaan karyawan yang masih dalam lingkup satu perusahaan namun lain divisi. Karyawan akan mendapatkan tugas-tugas baru untuk batas jangka waktu tertentu sebelum akhirnya kembali lagi pada posisi awalnya. Dengan adanya program seperti ini, maka karyawan akan mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan pengalaman serta keterampilan barunya diperusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan fleksibilitas sampai dengan keterlibatan karyawan. Khususnya bagi karyawan yang masih muda, mereka dapat lebih meningkatkan karir lagi tanpa perlu untuk keluar dari perusahaan dengan adanya program seerti ini.

• Kelebihan melakukan rotasi pekerjaan karyawan.

Jika Anda memang serius ingin menerapkan sistem seperti ini, maka ada baiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa saja kelebihan serta kekurangannya, yaitu:

1. Untuk mengurangi rasa bosan terhadap pekerjaa.

Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 32% dari karyawan yang benar-benar terlibat dalam pekerjaannya. Dan berarti, 68% sisanya hanya bekerja dengan seadanya. Sebanyak 68% karyawan ini cenderung memiliki kemungkinan resign dari pekerjaan untuk mendapat pekerjaan lain yang dirasa jauh lebih baik dan menantang. Manfaat dari terjadinya rotasi pekerjaan seperti ini adalah Anda dapat mengantisipasi terjadinya rasa bosan dengan memberikan tanggungjawab baru terhadap karyawan. Meskipun masih belum tentu dapat menyelesaikan berbagai masalah barunya, namun setidaknya hal itu dapat menjadikan mereka semakin lebih terikat dan dapat sedikit lebih mengurangi rasa bosan.

2. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.

Alasan dari terjadinya rotasi karyawan yang selanjutnya adalah untuk memberikan karyawan Anda satu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan cara seperti itu, maka mereka akan dapat merasa menjadi semakin lebih penting bagi perusahaan. Hal seperti ini juga sangat baik bagi perkembangan karir mereka untuk ke depannya.

3. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perusahaan.

Pada saat terjadinya proses rotasi pekerjaan karyawan, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih jauh tentang perusahaan, namun dari berbagai aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, mereka akan dapat memahami tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat diselesaikan oleh divisi-divisi lain yang ada di perusahaan tersebut, memberinya insight secara lebih mendalam dan kemampuan baru untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah, karena kemampuannya sudah semakin berkembang, maka secara otomatis seorang karyawan akan menjadi jauh lebih siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih dari perusahaan, termasuk juga jika seandainya nanti mereka mendapatkan promosi jabatan.

• Tantangan terberat karyawan untuk melakukan rotasi pekerjaan.

Selain dari pada berbagai kelebihan tersebut, melakukan rotasi pekerjaan karyawan sebenarnya juga masih tetap memiliki berbagai resiko dan juga tantangan tersendiri bagi perusahaan, yaitu:

1. Resiko semakin menurunnya tingkat poduktivitas karyawan.

Pada saat Anda ingin menerapkan proses rotasi karyawan, maka Anda akan memindahkan karyawan dari kondisi yang semula dia benar-benar begitu produktif karena sudah lebih terbiasa dengan pekerjaan tersebut, kepada posisi lain di mana dia harus belajar kembali mulai dari nol. Dan alhasil, dinamika untuk produktivitas kerja seperti ini sangat berisiko besar untuk semakin menurun selagi karyawan tersebut sedang berusaha untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Namun, hal-hal seperti itu masih bisa sedikit dikurangi dengan mengadakan training atau program-program orientasi sebagai bekal selanjutnya bagi karyawan.

2. Rotasi pekerjaan yang mungkin cukup mengecewakan bagi seorang karyawan.

Tidak semua karyawan merasa senang untuk menerima pergantian pekerjaan. Mungkin saja sebagian mereka sudah merasa sangat nyaman dan merasa tidak ingin untuk lebih terlibat ke dalam program seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin jika karyawan yang berprestasi di perusahaan malah tidak ingin untuk belajar keterampilan lain diluar kemampuan asal mereka.

3. Kuranga atau merasa tidak cocok dengan program yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Tidak semua posisi jabatan pada perusahaan dapat diterapkan program seperti ini, dan mungkin saja perusahaan Anda adalah salah satunya. Misalnya bagi posisi yang membutuhkan adanya satu keahlian khusus, seperti insinyur, desainer sampai akuntan. Jika Anda terlalu memaksakannya, maka bukannya memberikan solusi terbaik, malah Anda justru hanya akan membawa masalah baru bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari konsultan manajemen HRD tentang bagaimana pengertian, kelebihan dan kekurangan melakukan program rotasi pekerjaan karyawan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BAGAIMANA SEBUAH SOFTWARE AKUNTANSI BERPERAN PENTING DALAM MEMBANTU PIHAK MANAJEMEN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN BISNIS YANG LEBIH TEPAT

Praktisi software akuntansi menyadari, bahwa laporan akhir tahun dalam suatu perusahaan merupakan hal terpenting sebagai suatu alat untuk mengukur kinerja serta tentang bagaimana kondisi keuangan dan operasional dari sebuah perusahaan, karena dengan adanya laporan keuangan yang lebih tepat dan akurat, maka akan semakin mempermudah pihak manajemen dalam hal pengambilan sebuah keputusan bisnis bagi perusahaan untuk kedepannya.

Pada zaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk-produk software akuntansi yang bisa membuat sebuah laporan keuangan secara otomatis dan semakin lebih cepat serta dibuat hampir seluruhnya disesuaikan dengan standar akuntansi yang masih berlaku saat ini, sangat jauh berbeda apabila dibandingkan dengan menggunakan pencatatan laporan keuangan dengan cara manual (konvensional) yang setidaknya masih membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dengan tingkat keakuratan data-data yang sangat rendah.

Sekarang coba Anda bandingkan dengan penggunaan software akuntansi, waktu yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah laporan keuangan menjadi jauh lebih efisien karena biasanya sebuah software akuntansi dibuat bertujuan untuk semakin mempermudah para usernya dalam membuat laporan kauangan bagi perusahaannya.

hanya cukup dengan menginput berbagai transaksi-transaksi mereka, maka laporan keuanganpun dengan seketika akan langsung terbentuk, otomatis menjurnal, langsung memposting kebuku besar, selanjutnya ke dalam buku pembantu bahkan langsung membentuk laporan laba rugi dan neraca bisa langsung dilihat setalah transaksi selesai diinputkan.

Tentu saja hal seperti ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, karena bisa dengan cepat mengambil sebuah keputusan dari berbagai data-data yang sudah dihasilkan oleh sebuah software akuntansi yang telah digunakan oleh perusahaan. Penggunaan software akuntansi memang sangat besar manfaatnya bagi perusahaan, baik itu adalah dalam hal penyajian laporan keuangan bulanan (per kwartal), sampai untuk penyajian dari laporan akhir tahun atau laporan tahunan secara cepat, tepat dan akurat.

Hal seperti ini akan menjadi salah satu nilai tambah tersendiri bahwa sebuah perusahaan yang menginginkan penyajian laporan keuangan yang lebih cepat, tepat dan akurat sudah saatnya untuk bermigrasi yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan proses pencatatan transaksi dan penjurnalan secara manual (konvensional) untuk menuju pencatatan yang sudah serba digital dan terintegrasi dengan seluruh proses bisnisnya untuk menghasilkan data-data keuangan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dan bisa untuk dijadikan sebagai dasar alat utama untuk pengambilan keputusan dengan lebih baik.

Dari berbagai penjelasan di atas, sekarang sudah sangat jelas sekali bahwa sebuah software akuntansi yang saat ini sudah banyak berkembang sangat mampu dalam memberikan berbagai manfaat yang begitu besar dalam hal penyajian laporan keuangan, baik yang bersifat bulanan (tutup buku bulanan) maupun yang bersifat tahunan (tutup buku tahuan), termasuk juga dengan laporan akhir tahun, secara lebih jelas dan akurat sehingga bagi pihak-pihak yang berkepentingan  terhadap laporan keuangan tersebut merasa benar-benar sangat diuntungkan dalam hal pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat bagi perkembangan perusahaan dimasa mendatang.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top