Tag: Revaluasi terhadap asset

BERBAGAI MANFAAT MELAKUKAN REVALUASI ASSET TETAP MILIK PERUSAHAAN

Revaluasi bisa diartikan sebagai suatu penilaian kembali atas asset tetap milik perusahaan sebagai akibat dari kenaikan nilai asset dipasaran atau karena semakin rendahnya nilai asset tetap dalam laporan keuangan akibat dari terjadinya devaluasi. Hal inilah yang menyebabkan nilai asset tetap dalam laporan keuangan menjadi tidak lagi menunjukkan nilai yang wajar.

Penilaian kembali atau berupa revaluasi tersebut yang harus dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya menjadi semakin lebih wajar untuk menunjukkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Manfaat Melakukan Revaluasi Pada Asset Perusahaan

Dengan dilakukannya revaluasi ini maka akan memberikan beberapa manfaat berikut ini:

• Neraca akan menunjukkan posisi kekayaan yang tetap wajar.
• Kenaikan nilai asset tetap dengan konsekwensi dari semakin naiknya beban penyusutan asset tetap yang telah dibebankan ke dalam laba rugi atau yang nanti akan dibebankan kepada harga pokok produksinya.

Revaluasi Asset Tetap Milik Perusahaan

Untuk asset-aset tetap milik perusahaan yang dapat direvaluasi adalah berupa asset tetap berwujud yang terletak di Indonesia dan yang dimiliki serta seringkali dipergunakan untuk mendapatkan, serta menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.

Penilaian kembali terhadap asset milik perusahaan juga harus dilakukan berdasarkan dari nilai pasar asset tetap tersebut yang masih berlaku pada saat penilaian kembali yang telah ditetapkan oleh perusahaan jasa atau oleh seorang ahli yang sudah diakui oleh pemerintah.

Asset yang berada dalam kelompok asset tertentu juga harus direvaluasi secara bersamaan yang bertujuan untuk menghindari revaluasi asset secara selektif dan semakin tercampurnya biaya perolehan beserta nilai lainnya pada saat yang berbeda. Namun demikian, untuk revaluasi pada kelompok asset sebenarnya dapat dilakukan secara bergantian selama revaluasi dari kelompok asset tersebut dapat terselesaikan secara lengkap dalam waktu yang lebih singkat.

Pada saat terjadinya revaluasi, jika jumlah aset yang sudah tercatat malah semakin meningkat, maka ntuk kenaikan tersebut akan langsung dikreditkan pada ekuitas pada surplus revaluasi. Namun jika pernah diakui penurunan dari nilai asset karena revaluasi dalam laporan laba rugi, maka untuk kenaikan asset tersebut harus diakui terlebih dahulu dalam laporan laba rugi sebesar nilai penurunan yang telah diakui sebelumnya.

Dengan demikian, maka sisa nilai dari bagian yang telah diakui dalam laporan laba rugi akan dicatat sebagai sebuah kenaikan langsung yang dikreditkan pada ekuitas. Pada saat dilakukan revaluasi, jika jumlah asset yang telah dicatat mengalami penurunan, maka penurunan tersebut akan diakui dalam laporan laba rugi. Namun jika asset tersebut sebelumnya pernah direvaluasi dan dicatat sebagai kenaikan yang langsung dikreditkan kepada ekuitas, maka penurunan nilai karena revaluasi akan langsung didebitkan kepada ekuitas pada bagian surplus revaluasi dengan catatan bahwa jumlah maksimal yang dapat didebet adalah sejumlah saldo surplus revaluasi. Maka sisa nilai dari penurunan akan dibebankan kepada laporan laba rugi.

Jika terdapat dampak atas pajak penghasilan atas kenaikan atau penurunan dari nilai aset karena hasil revaluasi harus segera dikalkulasikan dan dicatat sesuai dengan catatan kenaikan maupun penurunan revaluasi. Pajak tangguhan yang akan dihitung dan dibebankan pada ekuaitas atau dari laporan laba rugi akan mengikuti mekanisme dari pengakuan hasil revaluasi. Pada saat asset tetap direvaluasi, maka akumulasi untuk penyusutan pada tanggal revaluasi yang dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut, yaitu:

1. Dapat disajikan secara proporsional yang mana dengan adanya perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari asset, sehingga jumlah tercatat asset setelah revaluasi akan menjadi sama dengan jumlah revaluasian. Biasanya untuk metode ini lebih sering digunakan apapbila asset direvaluasi dengan memberikan indeks untuk menentukan biaya pengganti yang sudah disusutkan.

2. Jumlah tercatat bruto dari asset yang dieliminasi dan jumlah tercatat neto setelah dieliminasi akan disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari asset tersebut. Metode seperti ini lebih banyak digunakan untuk bangunan.

Pemindahan surplus revaluasi terhadap asset tetap kepada laba ditahan yang disajikan pada ekuitas yang dilakukan pada saat asset tetap tersebut tidak lagi digunakan. Namun untuk sebagian surplus revaluasi akan dipindahkan kepada saldo laba yang sejalan dengan penggunaan asset oleh entitas.

Pemindahan yang dilakukan sebesar dari selisih jumlah penyusutan antara jumlah penyusutan yang berdasarkan dari nilai revaluasian dengan jumlah penyusutan yang berdasarkan dari biaya perolehan asset tersebut. Pemindahan surplus revaluasi akan langsung dilakukan pada saldo laba dan tidak akan melalui laporan laba rugi.

Dalam melakukan revaluasi ini tidak bisa terlepas dari kendala , seperti kegiatan revaluasi yang merupakan kegiatan yang lebih sulit untuk dilakukan dan membutuhkan adanya biaya yang lebih besar untuk membayar jasa dari penilai revaluasi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top