Tag: Seputar recal bias

SEKILAS TENTANG RECALL BIAS (BIAS INGATAN) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL SEBUAH PERUSAHAAN

Sebagian besar dari kita pernah berhadapan langsung dengan berbagai dilema, dimana sangat perlu untuk memilih diantara berbagai macam jenis pilihan yang semuanya merupakan priotias terpenting. Tidak jarang banyak juga dari kita yang semakin terdesak dengan waktu untuk mengamil keputusan, namun ternyata banyak hal juga yang perlu untuk tetap dipertimbangkan.

Berbagai desakan waktu yang menyebabkan kita tidak banyak memikirkan hal-hal lain yang mungkin saja akan dapat digunakan sebagai suatu dasar yang lebih obyektif. Berbagai kesempatan-kesempatan untuk mendapatkna hasil yang lebih optimal mungkin juga dapat terlewatkan. Maka mempertimbangkanlah segala sesuatunya, baik dari pengaruh buruknya sampai dengan pengaruh baiknya juga sangat penting. Bahkan pada banyak kasus yang dapat memberikan pengaruh untuk waktu jangka panjang. Pertimbangan yang terbaik adalah berupa pertimbangan yang lebih sehat, jauh dari emosi, pertimbangan yang rasional merupkan pertimbangan yang jauh lebih baik daripada dengan mengambil keputusan yang disertai dengan sangat emosional.

Artikel dibawah ini akan sedikit memberikan gambaran tentang bagaimana bias dalam pengambilan keputusan yang selanjutnya bisa digunakan sebagai satu pembentuk kerangka dasar dalam bertindak dengan lebih rasional. Menghindari adanya kemungkinan terburuk dari pengambilan keputusan yang disebabkan oleh adanya pertimbangan yang tidak logis.

Banyak diantara keputusan-keputusan hidup yang sudah dipiliah lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat kejelasan informasi, begitu banyaknya informasi, dan sumber-sumber informasi. Sebagai salah satu contohnya adalah, pastinya kita sudah sangat mengenal tentang penyakit AIDS ini. Acquired Immuno Deficiency Syndrome, merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Cara kerja dari penyakit ini adalah dengan merusak sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara melumpuhkan kemampuannya untuk memberikan serangan balik terhadap penyakit dan membersihkan berbagai macam virus yang telah masuk kedalam tubuh manusia.

Penyakit ini sama sekali tidak akan memberikan kompromi bagi si penderitanya  agar bisa bertahan hidup lebih lama. Sampai saat ini dunia medis juga masih belum mampu untuk menemukan  sebuah obat yang benar-benar 100% mampu menyembuhkan si penderita penyakit AIDS. Bahkan karena begitu berbahayanya penyakit ini, sampai si penderitanya harus diisolai dari lingkunagn masyarakat sekitar karena takut tertular oleh penyakitnya.

Banyak fakta yang telah membuktukan bahwa sebagian besar orang memang mengakui bahwa penyakit AIDS adalah penyakit yang benar-benar sangat mematikan, namun sebagian besar dari mereka malah mengabaikan data-data yang lebih jelas tentang bagaimana cara untuk menghindari agar tidak tertular dari penyakit AIDS ini.

Dalam sebuah wawancara Dallas Talk Show, seorang wanita yang menyebutkan dirinya dengan inisial “CJ”. Kepada seorang pembawa acara dia mengaku sebenarnya dia telah menderita penyakit AIDS, penyakit menular yang sangat mematikan tersebut. Dan nampaknya dia sangat menyesali perbuatannya yang pada akhirnya membuatnya malah terjangkit pnyakit yang masih belum ditemukan obatnya tersebut. dia menjelaskan dengan sangat jelas bahwa dia sengaja ingin menyebarkan penyakit tersebut dengan tujuan untuk membalas dendam kepada orang yang telah membuatnnya sudah terinfeksi.

Setelah sesi wawancara dibuat, maka acara sudah selesai, masyarkat menjadi semakin heboh. Seminar tentang AIDS mulai banyak dilakukan dengan lebih sering. Berita tentang virus mematikan ini menjadi trending topik pada berbagai media. Wawancara yang sudah dibuat oleh berbagai berita-berita lokal tersebut mengundang banyak sekali reaksi dari masyarakat. Banyak diantara masyarakat yang mulai memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Permintaan untuk pemeriksaan tes AIDS menjadi semakin meningkat tajam di rumah sakit. Terdapat banyak sekali alasan yang lebih penting yang harus lebih diperhatikan tentang AIDS ini. Namun, laporan yang CJ berikan sangat jelas memiliki efek yang lebih besar lagi pada banyak perilaku masyarakat daripada banyaknya data-data yang ada.

Nah, itulah sedikit contoh tentang recall bias, sebenarnya recall bias ini juga tidak hanya berkaitan dengan berbagai informasi terakhir yang sudah diterima saja, akan tetapi juga berupa informasi yang paling berpengaruh besar terhadap kehidupan. Kenangan yang akan merubah kehidupan menjadi semakin lebih mudah untuk diingat apa yang menjadi penyebab-penyebab utamanya.

Sebagi salah satu contohnya, orang yang sebelumnya pernah mengalami hal paling buruk dalam hidupnya akan semakin lebih memproteksi dirinya sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat menyebabkan dia terkena dampaknya kembali. Begitu pula dengan seorang pengusaha yang perusahaanya pernah mengalami kebangkrutan, sampai membuatnya mengalami kebangkrutan dan menyebabkannya menjadi lebih berhati-hati dalam hal melakukan hal yang lebih berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya kebangkrutan perusahaan kembali.

Bahkan dapat juga, untuk si pengusaha tersebut akan berusaha untuk melindungi asset-asset yang dimiliki dengan cara membeli asuransinya. Hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh pengalaman yang sebelumnya pernah membekas tajam pada ingatannya. Pengalaman-pengalaman yang sebelumnya pernah membuat suatu perubahan dalam hidup akan menjadi semakin lebih mudah untuk diingat-ingat kembali apa saja yang menjadi penyebabnya dan akan dapat menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

Sedikit uraian diatas sebenarnya dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk membentuk kerangka berfikir dalam hal pengambilan keputrusan di dalam sebuah perusahaan. Bagi pihak manajemen, dengan sangat sadar maupun tidak sadar bahwa bias ingatan (recall bias) memang lebih berpotensi untuk menyebabkan pihak manajemen akan menjadi salah langkah dalam mengambil keputusan bagi perusahaannya, baik berupa keputusan akhir maupun berupa keputusan prediksi. Jumlah informasi terakhir yang sudah diperoleh, dan berbagai sumber informasi merupakan hal-hal yang sangat perlu untuk lebih dipertimbangkan sebagai suatu dasar dalam hal pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Berikut ini adalah beberpa tips yang mungkin akan dapat digunakan untuk menghindari dari terjadinya bias ingatan Recall Bias:

1. Carilah informasi dengan sebanyak banyaknya, dengan cara memilki informasi-informasi yang lebih banyak, maka opsi lain dalam hal pengambilan keputusan akan menjadi lebih tepat.
2. Periksalah tentang kebenaran berbagai informasi. Banyak informasi lain yang ada, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan tentang kebenarannya.
3. Dapatkan berbagai informasi dari berbagai sumber-sumber yang lebih dapat dipercaya. Mendapatkan berbagai informasi terkini memang jauh lebih mudah karena adanya kecanggihan teknologi. Namun untuk akses teknologi yang menjadikan penyebaran informasinya menjadi semakin lebih mudah dan menjadi lebih cepat.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Apabila para pembaca sekalian  memutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Scroll to top