Tag: Tips hr

TIPS HR: METODE-METODE UNTUK MENGELOLA SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN PERUSAHAAN ANDA

Dalam perjalanan sebuah perusahaan, selain harus memastikan bahwa setiap anggota dari tim karyawan melakukan tugas-tugas mereka dengan sangat baik dan benar, maka Anda juga diwajibkan untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu dengan memberikan gaji untuk setiap bulannya. Hal tersebut akan menjadikan terjadinya suatu pemahaman tentang metode-metode penggajian para karyawan untuk menjadi sangat penting.

Namun masalahnya, proses penggajian karyawan sebenarnya juga tidak sesimpel seperti hanya sekedar mentransferkan uang gaji kepada masing-masing rekening karyawan saja. Namun juga dibutuhkan adanya suatu metode penggajian para karyawan tertentu agar proses tersebut dapat berjalan dengan lebih lancar dan sama sekali tidak membuat Anda menjadi lebih stress dari sebelumnya.

Berikut ini merupakan beberapa metode penggajian karyawan yang mungkin masih bisa Anda terapkan pada perusahaan milik Anda.

1. Mulai untuk Menggunakan Software HR dan Payroll.

Menurut Anda pribadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan metode penggajian karyawan dengan sistem yang lebih tepat sasaran? Tentu saja adalah dengan menggunakan software HR dan Payroll secara khusus, yang mampu untuk memfollow up proses dari otomatisasi penghitungan penggajian dengan lebih cepat, mudah, akurat dan praktis. Bahkan juga tidak hanya mampu dalam hal proses penggajian saja, namun software HR juga harus mampu untuk membantu Anda dalam melakukan berbagai tugas-tugas lain yang berhubugan dengan sistem HR, seperti halnya input data-data absensi, pengelolaan cuti karyawan, penghitungan pajak, sampai dengan karyawan kontrak.

2. Menyiapkan Rencana Financial Cadangan (Rencana B,C dan seterusnya).

Sebenarnya lebih dari sekadar hak para karyawan saja, selalu ingat bahwa gaji juga dapat menjadi satu bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap loyalitas dan kinjera karyawan. Karena itu, sebagai seoarang pemilik bisnis, Anda juga harus memastikan bahwa finansial perusahaan harus selalu berada dalam kondisi yang cukup bagus untuk memberikan gaji terhadap para karyawan setiap bulannya. Tepat waktulah dalam mengirim invoice kepada para klien dan segera kejar klien yang sudah telat melakukan pembayaran piutang. Jangan sampai arus kas milik perusahaan malah terganggu dan menjadikan proses penggajian Anda menjadi berjalan tidak lancar. Jika Anda tidak mampu dalam menggaji karyawan atau melakukannya setelah tanggal deadline hari pencairan gaji karyawan yang telah disepakati bersama, maka bisnis Anda bisa berada dalam masalah yang jauh lebih besar lagi.

3. Mempelajari Hari Deadline dan Tanggal-tanggal Penting.

Sama halnya seperti berbagai hal tentang tugas dan tanggungjawab masing-masing yang harus dilakukan, penggajian karyawan juga sebenarnya memiliki deadline. Dengan jalan menentukan tanggal penggajiannya, maka Anda bisa menyusun perencanaan untuk melakukan berbagai persiapan. Rachel Parkin, seorang Creative Director dari perusahaan Balagan Group, menyatakan bahwa, hal tersebut tidak harus dihadapi dengan rasa stress yang tinggi apabila Anda mengetahui apa yang harus dilakukan sejak dari awal.

Maka dari itu, persiapkan segalanya sejak dari awal, tentukan kapan waktu yang lebih pas bagi  Anda untuk memberikan gaji terhadap para karyawan. Biasanya, perusahaan akan melakukannya setiap sebulan sekali, entah itu dijadwalkan pada awal atau akhir bulan. Namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa Anda juga ingin melakukannya setiap dua atau tiga minggu sekali. Apapun keputusan yang telah Anda buat, maka pastikan bahwa Anda memang sudah mengkomunikasikannya terhadap seluruh karyawan dan harus mematuhi deadline yang telah ditentukan bersama. Sebaiknya Anda harus memilih waktu penggajian yang sudah sesuai dengan siklus pemasukan dan pengeluaran perusahaan juga.

4. Membuat Sistem Khusus untuk Menghitung Gaji Karyawan.

standarnya, bahwa gaji di perusahaan akan dihitung berdasarkan dari lapisan jabatan dalam struktur organisasi perusahaan yang masih berlaku. Anda bisa memberikan gaji per bulan, berdasarkan setiap tugas-tugas yang telah berhasil diselesaikan, menambahkan bonus, dan lain sebagainya. Namun, bagaimanapun juga Anda harus tetap menghitung gaji karyawan, Anda sangat dianjurkan untuk menerapkan sistem khusus yang dapat semakin memudahkan Anda dalam melakukan proses penghitungan gaji tersebut. Jika Anda tetap melakukan penghitungan gaji bagi setiap karyawan secara manual, maka hal tersebut hanya akan menjadikan Anda semakin lebih pusing dan tentu saja hanya akan membuang banyak sekali waktu Anda.

Menggunakan software HR sebenarnya juga tidak hanya akan mampu semakin mempermudah dari penggunaan metode-metode penghitungan gaji karyawan saja, akan tetapi juga akan semakin memperlancar dari keseluruhan fungsi-fungsi HR. Dengan berbagai fungsi HR yang sudah mulai serba terotomatisasi tersebut, maka Andapun sebenarnya juga sudah memiliki lebih banyak waktu untuk bisa dimanfaatkan dan lebih bisa fokus kepada hal-hal lain yang sangat berguna untuk perkembangan peusahaan.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll serta software Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MANFAAT PROSES SCREENING (PENYARINGAN) YANG DILAKUKAN TIM HRD KEPADA PARA CALON-CALON KARYAWAN BARU BAGI PERUSAHAAN

Proses untuk perekrutan karyawan baru merupakan tugas utama bagi seorang HR perusahaan. Dan pekerjaan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, karena harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan terhadap beberapa hal, seperti halnya skill dan kepribadian si karyawan tersebut.

Selain itu, terdapat hal-hal lainnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan ketika melakukan screening (penyaringan) para calon karyawan baru, seperti halnya bagaimana latar belakang riwayat kriminal atau reputasi mereka di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tidak hanya akan dapat semakin menurunkan produktivitas dari perusahaan, namun juga dapat menyebabkan terjadinya kerugian lainnya bagi perkembangan perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa hal penting mengapa proses screening (penyaringan) para calon-calon karyawan baru sangat penting untuk dilakukan:

1. Alasan Mengapa Begitu Pentingnya Proses Screening Calon-Calon Karyawan Baru.

Terdapat sebuah frase yang telah menyatakan bahwa kejahatan sebenarnya tidak hanya terjadi karena adanya niat dari si pelakunya saja, namun juga karena terdapatnya kesempatan. Oleh karena itu, pada saat akan merekrut karyawan, Anda sebagai seorang HRD sebaiknya juga tidak hanya melihat dari sisi berbagai prestasi pekerjaannya saja atau dari mana sebelumnya mereka bekerja sebelumnya, namun sebaiknya tanyakan juga mengapa mereka bisa berhenti dari perusahaan lamanya.

Apakah karena mereka diberhentikan karena adanya sangsi tertentu atau karena murni dari keinginannya sendiri. Dari sinilah, maka Anda akan bisa mengetahui tentang bagaimana kondisi dari si calon karyawan. Karyawan yang sudah pernah melakukan tindak kejahatan dari tempat kerja sebelumnya, tidak akan menutup kemungkinan bahwa ia juga bisa mengulanginya kembali ketika sudah benar-benar dterima di perusahaan Anda.

Tindak kejahatan yang dilakukan sebenarnya juga bisa sangat beragam. Misalnya, menggelapkan uang kas perusahaan, sehingga hal ini bisa semakin merugikan keuangan perusahaan. Tidak hanya terbatas pada bidang criminal saja, namun reputasi yang buruk juga bisa saja terjadi pada pekerjaannya. Orang yang masih kurang cekatan dalam hal bekerja atau juga merasa ceroboh masih tetap bisa memberikan kerugian yang besar kepada perusahaan. Tidak hanya dari segi financial saja, namun juga mempengaruhi reputasi perusahaan. Apabila perusahaan Anda sudah berskala besar, pastinya reputasi adalah hal yang sangat dijunjung tinggi, Kerugian-kerugian yang terjadi karena hal-hal semacam itu masih bisa diminimalisir sedini mungkin dengan jalan memperketat proses screening para calon karyawan baru.

2. Metode Dalam Proses Screening (Penyaringan) Karyawan Baru.

Biasanya, perusahaan akan melihat terlebih dahulu bagaimana riwayat dari si karyawan melalui CV yang telah dikirimkannya. Namun, hal ini saja sebenarnya masih tidak cukup. Pada CV, info yang tertera adalah berupa info umum seputar riwayat pendidikan dan pengalaman bekerja,  namun tidak terhadap bagaimana reputasi buruknya atau dari hal-hal lainnya yang menjadikan tim HRD akan bisa melihat tentang bagaimana kepribadian sebenarnya dari si calon karyawan baru tersebut. Untuk itulah, maka Anda sangat perlu untuk memverifikasi tentang data-data yang telah dikirimkan oleh si calon karyawan baru tersebut.

Proses verifikasi yang dilakukan sebenarnya masih bisa dilakukan dengan dua macam cara, yaitu dengan bertemu langsung dari si calon karyawan atau dengan berbicara secara langsung melalui telepon. Selain itu, Anda juga akan bisa memanfaatkan media sosial untuk melihat bagaimana keseharian dari si kandidat. Tidak sedikit dari orang yang ingin membagikan aktivitasnya sehari-harinya melalui media sosial. Jika Anda beruntung maka akan menemukan bagaimana keseharian dan apa yang dilakukan oleh si calon karyawan baru Anda di sana, Anda akan bisa dengan mudah melihat seputar apa saja yang telah di-post olehnya, tentang apa yang disukainya, serta apa saja yang telah dibagikannya. Dengan begitu, setidaknya Anda akan bisa mendapat sedikit gambaran tentang seperti apa dan bagaimana aktivitas keseharian dari para calon karyawan baru perusahaan Anda.

3. Kapan Screening (Penyaringan) Karyawan Baru Harus Dilakukan?

Sreening atau proses penyaringan para calon karyawan tidak hanya bisa dilakukan pada saat akan merekrut karyawan baru saja, namun hal ini juga jangan sampai ketinggalan pada saat perusahaan akan mempromosikan karyawan untuk segera naik jabatan. Tim HR juga harus memastikan bahwa karyawan tersebut memang tidak memilki reputasi yang buruk terkait dengan permasalahan pekerjaan yang nanti akan menjadi tanggungjawabnya, sehingga akan berisiko besar untuk menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah karyawan tersebut diresmikan untuk menduduki suatu jabatan diperusahaan, karena juga tidak menutup kemungkinan bahwa perpindahan jabatan juga dapat memicu seseorang untuk melakukan hal-hal yang selama ini masih belum pernah diperlihatkan olehnya kepada orang lain.

Melakukan screening atau proses penyaringan para calon karyawan baru bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi jika karyawan dengan kemampuan skill yang diminta oleh perusahaan jumlahnya sangat banyak sekali, sehingga Anda juga harus melakukan proses screening satu per satu. Namun hal itu juga masih tetap diperlukan untuk kebaikan dari perusahaan itu sendiri. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll, serta software Accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS HR: TANDA-TANDA APABILA LINGKUNGAN KERJA SUDAH TIDAK NYAMAN LAGI UNTUK BEKERJA

Dalam hal bekerja, lingkungan kerja merupakan faktor utama sebagai kenyamanan seseorang agar dapat melaksanakan berbagai pekerjaannya dapat menjadi maksimal. Rasa yang tidak nyaman akan menjadikan seorang karyawan merasa terlalu malas untuk bekerja, sehingga semakin lama akan menjadi terlalu kurang produktif.

Tentunya hal seperti ini akan menjadikan karyawan semakin stress untuk bekerja apabila harus dialami oleh para karyawan baru. Terkadang bagi Anda yang sudah mulai masuk di lingkungan kerja perusahaan baru, Anda mungkin saja akan membutuhkan adanya proses adaptasi agar mampu bertahan pada pekerjaan tersebut. Apabila Anda berpikir tentang adaptasi yang telah Anda lakukan sudah maksimal, namun Anda tak kunjung juga bisa untuk menikmati pekerjaan Anda tersebut, maka mungkin saja Anda telah memasuki lingkungan kerja yang salah.

Berikut ini merupakan beberapa tanda-tanda dari lingkungan kerja perusahaan yang bisa dibilang sangat jauh dari kata nyaman bagi karyawan.

1. Lingkungan Kerja yang Terlau Sunyi dan Senyap.

Biasanya, sesibuk apapun pekerjaan yang dilakukan, seorang karyawan pastinya akan menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol singkat dengan rekan kerja di sebelahnya. Entah hanya sekedar untuk bertanya seputar pekerjaan atau sekedar untuk bercanda sebentar. Adanya interaksi antar karyawan menunjukkan masih adakehidupan sosial di kantor tersebut dan masih berjalan lancar, dengan catatan karyawan harus tetap memprioritaskan pekerjaannya.

Namun, jika Anda jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah melihat karyawan saling mengobrol satu sama lain (meskipun hanya sebentar), maka bisa jadi itu artinya adalah para karyawan merasa tidak nyaman, bahkan hanya untuk sekedar berinteraksi. Semua orang terlalu sibuk dan takut dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga suasana kantor menjadi sangat sunyi. Kehidupan sosial yang sudah ‘mati’ seperti itu pastinya akan menjadikan Anda merasa kurang nyaman, bukan?

2. Jam Kerja yang Terlalu Ketat dan Kaku.

Tidak semua perusahaan memiliki jadwal yang fleksibel bagi karyawannya. Ada juga perusahaan yang memiliki aturan sangat ketat terkait dengan jam kerja. Misalnya saja saat karyawan datang terlambat hanya satu menit saja dari jam masuk kerja dan perusahaan sudah menghadiahkannya berupa satu kali pemotongan gaji sebesar 10% dari gajinya tanpa adanya kompromi untuk hal itu, padahal secara pekerjaan ia sangat mampu sesuai dengan deadline dan tanpa adanya sekitpun menurunkan dari kualitasnya. Atau pada saat Anda tidak bisa mendapatkan waktu istirahat yang penuh selama satu jam (hanya sampai 45 menit saja) karena harus bekerja lebih extra bagi perusahan.

Hal-hal seperti itulah yang akan menjadikan karyawan akan merasa kurang nyaman untuk bekerja. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan kurang profesional dalam menjaga tingkat kesejahteraan dari para karyawannya. Padahal seharusnya perusahaan mampu menilai tingkat performa dari karyawan secara menyeluruh, bukan hanya dari sudut pandang terlalu ketatnya system kerja saja.

3. Penyampaian Feedback dari Atasan Kurang Tepat.

Penyampaian feedback yang diberikan oleh atasan memang sangat penting untuk perbaikan dari si karyawan. Namun, dalam penyampaian feedback inipun juga harus tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan. Akan tetapi untuk hal seperti ini, tidak semua atasan mampu menyampaikannya dengan benar. Jika Anda melihat atasan telah memberikan feedback pada karyawan dengan cara-cara yang tidak wajar seperti dengan membentak, menghina, atau dengan mencaci maki di hadapan karyawan lain agar karyawan tersebut merasa kapok, maka hal ini bukanlah kantor yang baik untuk tempat bekerja bagi Anda. Membuka aib atau kelemahan karyawan di hadapan karyawan lain bukanlah cara yang cerdas untuk membangun semangat karyawan, malah hal itu akan semakin menjatuhkan mental karyawan. Bisa juga hal itu akan membuatnya menjadi semakin membenci atasan. Lingkungan kerja perusahaan yang seperti ini akan sangat menghambat Anda untuk bisa berkembang.

4. Saling Berteriak Satu Sama Lain.

Selain akan menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan manajemen emosi yang begitu rendah, berteriak juga tidak mampu menyelesaikan masalah. Mungkin saja di beberapa perusahaan, atasan dan bawahan yang sudah terbiasa saling berteriak merupakan hal wajar-wajar saja. Walaupun karyawan di sana sudah terbiasa dan baik-baik saja saat melihat ini, namun sebenarnya kebiasaan untuk berteriak hanya akan membangun sisi kepribadian yang kurang baik. Nah, untuk faktor berteriak ini biasanya disebabkan oleh adanya konflik tertentu. Konflik kiga dapat diminimalisir dengan jalan penggunaan software HR yang praktis dan efisien dalam menyelesaikan segala pekerajaan-pekerjaan yang berhubungan dengan bidang HR.

Apabila tanda-tanda seperti di atas seringkali Anda alami di lingkungan tempat kerja, maka sebaiknya Anda tidak boleh membuang-buang waktu lebih lama lagi disana. Daripada hal tersebut malah menjadikan Anda semakin depresi dan tidak produktif lagi, maka lebih baik segera mencari lingkungan kerja perusahaan baru yang bisa membuat Anda merasa nyaman disana. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top