Tag: tips hrd

MANFAAT PROSES SCREENING (PENYARINGAN) YANG DILAKUKAN TIM HRD KEPADA PARA CALON-CALON KARYAWAN BARU BAGI PERUSAHAAN

Proses untuk perekrutan karyawan baru merupakan tugas utama bagi seorang HR perusahaan. Dan pekerjaan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, karena harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan terhadap beberapa hal, seperti halnya skill dan kepribadian si karyawan tersebut.

Selain itu, terdapat hal-hal lainnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan ketika melakukan screening (penyaringan) para calon karyawan baru, seperti halnya bagaimana latar belakang riwayat kriminal atau reputasi mereka di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tidak hanya akan dapat semakin menurunkan produktivitas dari perusahaan, namun juga dapat menyebabkan terjadinya kerugian lainnya bagi perkembangan perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa hal penting mengapa proses screening (penyaringan) para calon-calon karyawan baru sangat penting untuk dilakukan:

1. Alasan Mengapa Begitu Pentingnya Proses Screening Calon-Calon Karyawan Baru.

Terdapat sebuah frase yang telah menyatakan bahwa kejahatan sebenarnya tidak hanya terjadi karena adanya niat dari si pelakunya saja, namun juga karena terdapatnya kesempatan. Oleh karena itu, pada saat akan merekrut karyawan, Anda sebagai seorang HRD sebaiknya juga tidak hanya melihat dari sisi berbagai prestasi pekerjaannya saja atau dari mana sebelumnya mereka bekerja sebelumnya, namun sebaiknya tanyakan juga mengapa mereka bisa berhenti dari perusahaan lamanya.

Apakah karena mereka diberhentikan karena adanya sangsi tertentu atau karena murni dari keinginannya sendiri. Dari sinilah, maka Anda akan bisa mengetahui tentang bagaimana kondisi dari si calon karyawan. Karyawan yang sudah pernah melakukan tindak kejahatan dari tempat kerja sebelumnya, tidak akan menutup kemungkinan bahwa ia juga bisa mengulanginya kembali ketika sudah benar-benar dterima di perusahaan Anda.

Tindak kejahatan yang dilakukan sebenarnya juga bisa sangat beragam. Misalnya, menggelapkan uang kas perusahaan, sehingga hal ini bisa semakin merugikan keuangan perusahaan. Tidak hanya terbatas pada bidang criminal saja, namun reputasi yang buruk juga bisa saja terjadi pada pekerjaannya. Orang yang masih kurang cekatan dalam hal bekerja atau juga merasa ceroboh masih tetap bisa memberikan kerugian yang besar kepada perusahaan. Tidak hanya dari segi financial saja, namun juga mempengaruhi reputasi perusahaan. Apabila perusahaan Anda sudah berskala besar, pastinya reputasi adalah hal yang sangat dijunjung tinggi, Kerugian-kerugian yang terjadi karena hal-hal semacam itu masih bisa diminimalisir sedini mungkin dengan jalan memperketat proses screening para calon karyawan baru.

2. Metode Dalam Proses Screening (Penyaringan) Karyawan Baru.

Biasanya, perusahaan akan melihat terlebih dahulu bagaimana riwayat dari si karyawan melalui CV yang telah dikirimkannya. Namun, hal ini saja sebenarnya masih tidak cukup. Pada CV, info yang tertera adalah berupa info umum seputar riwayat pendidikan dan pengalaman bekerja,  namun tidak terhadap bagaimana reputasi buruknya atau dari hal-hal lainnya yang menjadikan tim HRD akan bisa melihat tentang bagaimana kepribadian sebenarnya dari si calon karyawan baru tersebut. Untuk itulah, maka Anda sangat perlu untuk memverifikasi tentang data-data yang telah dikirimkan oleh si calon karyawan baru tersebut.

Proses verifikasi yang dilakukan sebenarnya masih bisa dilakukan dengan dua macam cara, yaitu dengan bertemu langsung dari si calon karyawan atau dengan berbicara secara langsung melalui telepon. Selain itu, Anda juga akan bisa memanfaatkan media sosial untuk melihat bagaimana keseharian dari si kandidat. Tidak sedikit dari orang yang ingin membagikan aktivitasnya sehari-harinya melalui media sosial. Jika Anda beruntung maka akan menemukan bagaimana keseharian dan apa yang dilakukan oleh si calon karyawan baru Anda di sana, Anda akan bisa dengan mudah melihat seputar apa saja yang telah di-post olehnya, tentang apa yang disukainya, serta apa saja yang telah dibagikannya. Dengan begitu, setidaknya Anda akan bisa mendapat sedikit gambaran tentang seperti apa dan bagaimana aktivitas keseharian dari para calon karyawan baru perusahaan Anda.

3. Kapan Screening (Penyaringan) Karyawan Baru Harus Dilakukan?

Sreening atau proses penyaringan para calon karyawan tidak hanya bisa dilakukan pada saat akan merekrut karyawan baru saja, namun hal ini juga jangan sampai ketinggalan pada saat perusahaan akan mempromosikan karyawan untuk segera naik jabatan. Tim HR juga harus memastikan bahwa karyawan tersebut memang tidak memilki reputasi yang buruk terkait dengan permasalahan pekerjaan yang nanti akan menjadi tanggungjawabnya, sehingga akan berisiko besar untuk menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah karyawan tersebut diresmikan untuk menduduki suatu jabatan diperusahaan, karena juga tidak menutup kemungkinan bahwa perpindahan jabatan juga dapat memicu seseorang untuk melakukan hal-hal yang selama ini masih belum pernah diperlihatkan olehnya kepada orang lain.

Melakukan screening atau proses penyaringan para calon karyawan baru bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi jika karyawan dengan kemampuan skill yang diminta oleh perusahaan jumlahnya sangat banyak sekali, sehingga Anda juga harus melakukan proses screening satu per satu. Namun hal itu juga masih tetap diperlukan untuk kebaikan dari perusahaan itu sendiri. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll, serta software Accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA KEMAMPUAN KHUSUS YANG AKAN MENGANTARKAN TIM HRD MENJADI LEBIH PROFESIONAL

Sampai saat ini, selalu saja terdapat adanya anggapan bahwa peran dari seorang HR hanyalah bertanggungjawab atas gaji bulanan karyawan, rekrutmen karyawan baru, asuransi, pajak, dan hal-hal lainnya yang berhubungan langsung dengan berbagai fasilitas karyawan. Pada kenyataannya anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun, peran dan tanggungjawab dari tim HR sebenarnya jauh lebih luas lagi dari beberapa yang disebutkan tersebut.

Sebagai backbone utama dari perusahaan, tim HR yang profesional adalah salah satu pihak yang menjadi perantara utama antara karyawan dan jajaran direksi, bahkan dengan stake holders sekalipun. Namun pada sisi lainnya, tim HR juga diharapkan untuk mampu dalam upaya untuk mendukung hak-hak karyawan, sekaligus untuk memastikan bahwa seluruh divisi dan operasional pada perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang masih berlaku.

Karenanya, agar bisa menjadi tim HR yang benar-benar profesional, diperlukan adanya beberapa kemampuan khusus, seperti:

1. Mengeksplor Seluruh Divisi Agar Bisa Menjadi Adviser yang Lebih Baik Bagi Mereka.

Tim HR yang bersikap profesional dan baik tidak akan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berada dibalik meja kerja sekedar untuk menunggu datangnya laporan atau komplain dari para karyawan. Sebaliknya, seorang HR yang profesional justru malah diharapkan untuk lebih pro aktif dalam melakukan monitor dan pengawasan terhadap berbagai isu-isu yang seringkali harus dihadapi oleh manajer, concern yang seringkali dialami karyawan, dan berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnis. Dengan begitu, mereka akan dapat meluruskan berbagai perspektif dalam usaha untuk menghubungkan seluruh fungsi dari operasional perusahaan dengan lebih baik.

2. Masih Tetap Berada Pada Jalur yang Ter organisir.

Hanya dari penjelasan singkat di atas, maka Anda akan menjadi semakin tahu bahwa tim HR yang profesional harus bertanggungjawab juga terhadap banyak hal. Karenanya, sebagai tips HRD, Anda sangat dianjurkan untuk tetap terorganisasi untuk menangani berbagai tanggungjawab tersebut. Salah satu cara terbaik yang mungkin akan bisa Anda lakukan adalah dengan jalan menggunakan software khusus HR.

Software HR sangat memungkinkan bagi tim HR untuk mencatat data-data terkait dengan administrasi karyawan secara lebih efisien, mulai dari: absensi, slip gaji, penghitungan pajak pph, dan lain sebagainya. Seluruh data tersebut akan tersimpan dalam server cloud sehingga sangat terjamin tingkat keamanannya dan Anda pun masih tetap bisa untuk mengaksesnya kapan dan dimanapun Anda inginkan. Hal inilah yang nantinya akan menghemat banyak sekali waktu Anda sehingga akan bisa sisa waktu lainnya untuk lebih fokus terhadap hal-hal penting lainnya.

3. Selalu Uptodate terhadap Tren Terbaru Bagi Karyawan.

Bisnis merupakan dunia industri yang begitu dinamis, di mana akan selalu ada saja berbagai perubahan yang terjadi. Sebagai tim HR yang profesional, maka Anda juga harus selalu update terhadap setiap perubahan tersebut, karena hal inilah yang akan sangat berpengaruh besar kepada nasib karyawan. Apabila terdapat tren terbaru yang dirasa masih mampu untuk meningkatkan kualitas dari kinerja karyawan pada perusahaan, maka Anda jangan pernah merasa takut untuk mencobanya. Tentunya hal itu tidak boleh bertentangan dari kebijakan perusahaan, bukan.

Dengan terus melakukan update terhadap tren-tren bisnis terbaru, maka Anda akan selalu dipandang sebagai seorang HR yang lebih fleksibel dan memiliki mindset terbuka. Karyawan pun tidak akan merasa terlalu segan untuk datang kepada Anda apabila mereka memiliki masalah atau ide yang ingin disampaikan.

4. Meluangkan Sedikit Waktu (Minimal) 2 Jam per Minggu untuk Melakukan Hal-Hal Berikut:

Sesibuk apapun Anda beraktivitas sebagai seorang HR yang profesional, jangan melupakan untuk tetap memperhatikan peningkatan karir. Untuk itulah, sebagai tips HRD, Anda sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu minimal2 jam per minggu untuk melakukan hal-hal berikut demi pengembangan karir Anda:

• Memeriksa resume dan memastikan agar tetap selalu uptodate.
• Memeriksa akun LinkedIn dan meminta endorsement dari pihak-pihak yang dirasa dapat membantu dalam upaya untuk mengoptimalkan profil Anda.
• Melakukan networking disaat makan siang atau makan malam dengan orang-orang yang berpotensi besar untuk dapat memberikan Anda profit bagi profesi di kemudian hari.

5. Memberikan Penjelasan Sesering dan Sebaik Mungkin.

Diantara banyak kasus, seorang HR profesional harus selalu berhadapan dengan berbagai situasi dan kondisi yang sifatnya lebih cenderung “samar”. Misalnya saja, saat terjadi konflik antar karyawan terjadi, maka Anda bisa saja mengalami kesulitan untuk menentukan apakah masalah tersebut merupakan diskriminasi atau pelecehan. Karena adanya grey area seperti ini, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kapan saat yang tepat harus mengambil keputusan sendiri dan juga kapan harus meminta bantuan dari pihak manajer maupun direksi. Anda harus tetap belajar untuk bernegosiasi dalam upaya untuk menetralkan berbagai konflik agar kedua belah pihak merasa sama-sama puas dengan keputusan yang nanti akan diambil.

Menjadi tim HR profesional memang lebih dari sekadar hanya untuk mencatat absensi karyawan dan menghitung gaji mereka. Dibutuhkan adanya sederet kemampuan khusus agar seorang dapat menjadi HR profesional dan mampu untuk membawa perusahaan agar bisa terus berkembang. Semoga beberapa tips HRD professional di atas bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan selamat mencoba.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS HRD: PENYEBAB UTAMA SEMAKIN MEMBURUKNYA PERFORMA KARYAWAN DAN BAGAIMANA SOLUSINYA

Karyawan yang kinerjanya buruk pastinya akan mengakibatkan semakin menurunnya performa perusahaan. Akan tetapi bukan berarti jika Anda memiliki karyawan yang buruk Anda tidak bisa untuk memperbaikinya. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak bisa berbuat banyak demi mengembalikan performa terbaik karyawan selain harus mengeluarkan mereka dan mencari penggantinya dengan performa yang lebih bagus demi peningkatan performa perusahaan.

Apabila terdapat karyawan dengan kinerja yang memburuk, maka Anda tidak diperkenankan untuk langsung menyalahkan mereka. Terdapat sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa “Anda harus mendapatkan karyawan yang layak untuk Anda dapatkan”. Karyawan merupakan cerminan dari diri Anda sebagai pimpinan mereka, jika Anda merasa bahwa karyawan Anda memiliki performa yang semakin memburuk, maka Anda harus dapat melakukan evaluasi tentang beberapa hal dan harus mencari tahu apa saja hal yang bisa Anda lakukan dalam mengatasi hal seperti ini.

Berikut ini adalah beberapa alasan utama yang biasanya banyak menyebabkan performa karyawan menjadi semakin memburuk, lalu apa saja yang harus Anda lakukan terkait dengan permasalah tersebut?

1. Anda Sudah Mempekerjakan Orang yang Salah atau Malah Anda Sudah Menempatkan Mereka Pada Posisi yang Salah.

Menggunakan test profil kepribadian akan sangat membantu Anda dalam mengukur seberapa tinggi tingkat kualitas dari si kandidat sebelum mereka akan benar-benar dipekerjakan. Biasanya perusahaan yang professional dan sudah berskala besar akan menggunakan metode tes profil DISC dan VAK (Visual, Auditori, dan Kinestetik) dalam mencari kandidat yang tepat untuk beberapa posisi tertentu.

Metode tes profil DISC akan sangat membantu dalam mengukur kecenderungan dari perilaku asli seseorang (ketika sedang tidak bekerja) dan pada saat sedang berusaha untuk beradapatasi (di tempat kerja yang baru). Pengerjaan test profil seperti ini membutuhkan waktu tidak lama, sekitar 10-15 menit, dan akan memperlihatkan petunjuk-petunjuk sangat yang berguna tentang kemampuan seseorang, seberapa besar tingkat kemungkinan bagi mereka untuk berkembang, dan hal-hal lain apa saja yang mampu dalam  memotivasi mereka.

Faktanya adalah sangat jarang sekali ditemukan “karyawan yang buruk”  yang disebabkan karena ketidakmampuannya dalam bekerja. Biasanya hal ini lebih sering disebabkan oleh nilai-nilai yang dipegangya tidak sesuai dengan nilai-nilai dari perusahaan. Anda harus mempekerjakan karakter terlebih dahulu, setelah itu Anda mulai mempekerjakan dari kemampuan si karyawan.

Seorang karyawan apabila ditempatkan pada posisi yang salah juga akan menyebabkan munculnya performa yang buruk dari karyawan tersebut. Anda juga harus paham tentang deskripsi pekerjaan dan bagaimana karakter serta kemampuan dari si karyawan yang sesuai demi terciptanya performa terbaik dari si karyawan.

2. Masalah Terjadi Karena Proses Pelatihan,  Pengukuran,  dan Evaluasi Kinerja yang Kurang.

Masalah karyawan yang buruk juga bisa terjadi yang diakibatkan karena kurangnya performa dari proses pelatihan, pengukuran, dan evaluasi karyawan. Apakah Anda ingat kapan terakhir kali Anda sudah melakukan evaluasi pekerjaan bagi karyawan Anda? Apakah setiap masing-masing karyawan sudah mencapai KPInya?

Anda harus melakukan pertemuan tim secara teratur dan cobalah untuk mengevaluasi segala pekerjaan mereka secara rutin. Dalam pertemuan ini Anda juga dapat menanyakan tentang Apa saja yang dapat Anda lakukan dalam mendukung performa mereka? Pelatihan, pengukuran, dan evaluasi harus secara rutin dilakukan terhadap para karyawan. Biaya dari staff yang keluar masuk di perusahaan pastinya akan sangat besar karena Andah harus mengulang kembali pelatihan dari nol, produktivitas, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Anda juga harus dapat menciptakan pelatihan yang baik yang akan berdampak positif bagi para karyawan Anda.

3. Pemimpin Tidak Tahu Apa yang Harus Dia Lakukan,  Maka Demikian Pula Dengan Tim-nya (Karyawan).

Agar bisa memiliki para tim yang hebat, maka sebelumnya juga harus ada seorang pemimpin yang hebat. Mengapa demikian? Karena karyawan adalah cerminan awal dari pemimpinnya. Apakah Anda tipe seorang pemimpin yang ingin diikuti oleh karyawannya? Jika demikian, maka Anda harus paham betul tentang apa saja yang harus Anda lakukan, dan Anda juga harus memberikan contoh yang baik bagi tim yang berada dibawah kendali Anda.

Mulailah dengan komunikasi yang antara Anda dengan bawahan, apakah Anda sudah berkomunikasi dengan jelas dan teratur kepada karyawan Anda? Apakah Anda sudah konsisten dalam pernyataan-pernyataan dan perilaku Anda dan menjadi contoh yang baik bagi mereka? Apakah Anda sudah melakukan hal seperti apa yang sudah Anda katakan? Selain itu Anda juga harus menggali berbagai informasi dari karyawan terhadap Anda dan apa saja pekerjaan mereka. Buatlah sebuah survey bagi karyawan Anda, dan cari tahulah informasi yang lebih banyak tentang bagaimana dalam meningkatkan performa karyawan di perusahaan Anda.

Ketiga hal tersebut merupakan sebuah kemungkinan yang banyak terjadi terkait dengan semakin memburuknya performa para karyawan dan juga tentang bagaimana Anda harus mengatasi semau hal itu. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TIPS UNTUK SEMAKIN MEMOTIVASI DAN MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA SESAMA KARYAWAN PERUSAHAAN

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu dituntut agar bisa selalu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, pada beberapa waktu tertentu ada kalanya seseorang tidak bisa melakukan komunikasi secara maksimal, misalnya dari tempat kerja. Baik itu karena terlalu banyaknya pekerjaan atau suasana lingkungan kantor yang kurang mendukung, menjadikan para karyawan jarang sekali hanya untuk sekedar berinteraksi. Hal ini malah mengakibatkan semakin kurangnya solidaritas dan kedekatan diantara sesama karyawan. Sebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan:

1. Memberlakukan Peraturan Kerja Tim Bergiliran.

Ada kalanya sebuah proyek akan menjadi jauh lebih efektif untuk dikerjakan secara tim. Manfaatkan hal seperti ini untuk membangun komunikasi diantara sesama karyawan. Misalnya bulan ini ada proyek A, maka bagilah karyawan untuk menjadi kelompok A, B, dan C untuk menyelesaikannya bersama-sama. Bulan berikutnya, ketika datang proyek B, maka rubahlah formasi dari tim A, B, dan C sehingga setiap masing-masing anggota akan saling bertukar pasangan dan masing-masing akan bisa merasakan kerja sama dengan anggota dari tim lainnya. Jadi, mereka tidak hanya akan terpaku pada satu tim saja. Selain karyawan bisa belajar tentang hal-hal baru dari karyawan lainnya, hal ini justru akan menjadikan mereka dapat semakin lebih akrab antara satu sama lainnya, sehingga komunikasipun dapat terjalin dengan sangat baik.

2. Melakukan Kegiatan Olahraga Bersama-Sama.

Aturlah jadwal untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama-sama. Bisa dua minggu atau satu bulan sekali. Sewalah sebuah gedung olahraga untuk melakukan kegiatan seperti badminton, tenis, atau futsal di setiap akhir pekan dan undanglah seluruh karyawan Anda untuk saling berpartisipasi. Karyawan dari berbagai macam divisi akan hadir dan melakukan kegiatan olah raga futsal bersama-sama. Pada momen-momen seperti ini, maka pembagian divisi kerja tidak akan berlaku karena tujuan utamanya adalah untuk bermain futsal. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, maka karyawan akan bisa saling mengenal dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Rasa kebersamaan seperti ini juga tidak akan berhenti, namun justru akan semakin berlanjut sampai di kantor saat mereka bekerja nanti.

3. Membaur dan Selalu Ikut Kebersamaan.

Sebagai seorang atasan, tunjukkan wibawa Anda dengan ikut bergabung apabila ada acara kumpul-kumpul dengan karyawan. Dengan cara seperti itu, karyawan tidak akan merasa canggung dan dengan kehadiran Anda, mereka juga ingin ikut merasakan kebersamaan dengan atasannya. Semakin banyak karyawan yang bergabung, maka suasana akan semakin bertambah ramai, bukan? Tentu saja hal ini tidak akan terlepas dari peran Anda sebagai seorang penengah. Buatlah sebuah topik yang menarik untuk dibahas, namun ingatlah satu hal, jangan sampai membahas permasalahan tentang pekerjaan. Ini harus bisa Anda lakukan pada saat sedang makan siang di kantin atau saat makan di luar.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Kaku

Lingkungan kerja yang terlalu kaku bisa menjadi penyebab utama dari gagalnya komunikasi antar sesama karyawan. Deadline yang super ketat, atau ruangan yang terlalu tertutup dan bersekat-sekat menjadikan karyawan terlalu sulit dalam melakukan interaksi dengan sesamanya. Sebisa mungkin, aturlah ruangan yang bisa untuk memudahkan karyawan dalam berbicara sembari tetap bekerja agar tidak terlalu stres. Mengobrol selama batas-batas masih wajar pada saat bekerja akan bisa semakin memperkuat komunikasi antara sesama karyawan. Deadline juga boleh ketat, namun ingatlah, bahwa karyawan juga manusia. Kurangi tingkat stres mereka dengan cara membuatnya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

5. Kegiatan Wisata untuk Seluruh Karyawan Perusahaan.

Sebagai tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan yang terakhir adalah, Anda harus bisa mengajukan kepada atasan untuk meminta sejumlah dana tertentu dalam rangka untuk menjalin kebersamaan diantara karyawan. Bagi perusahaan yang cukup besar, tentunya hal seperti ini bukanlah menjadi masalah yang besar. Berikanlah sedikit kesempatan kepada para karyawan untuk melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain akan bisa melepas penat dari beban pekerjaan untuk sejenak, program wisata bersama ini juga akan semakin meningkatkan kesempatan bagi karyawan untuk saling mengobrol dan bersenda-gurau dengan sesamanya. Jika dirasa memang perlu, maka agendakan program wisata seperti ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Komunikasi yang baik akan terjalin antara sesama karyawan akan semakin memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan yang lainnya. Kerja sama yang baik ini akan bisa semakin meningkatkan produktivitas mereka sehingga pada akhirnya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan software HR yang berbasis cloud agar berbagai pekerjaan administrasi HR akan bisa ditangani dengan lebih mudah dan cepat sehingga komunikasi diantara paa karyawanpun akan semakin optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

Scroll to top